Bek Real Madrid, Nacho dengan tegas mengatakan jika timnya tidak bahagia di bawah kepemimpinan Rafa Benitez. Namun, mereka kini lebih nyaman bersama sang juru taktik anyar sekaligus legenda klub, Zinedine Zidane.
Artinya, kepergian Benitez bukan hanya karena ia memiliki hubungan yang tidak baik dengan Cristiano Ronaldo atau peforma El Real yang kurang memuaskan, tetapi karena keberadaannya yang tidak diinginkan oleh seluruh pasukan klub Ibu Kota Spanyol tersebut.
“Bersama Benitez, semuanya agak tegang, tidak ada yang senang dengannya. Tekanan yang memberikan kami bertahan, tetapi saya dapat banyak belajar darinya, saya banyak bermain di setiap laga, sebenarnya ia tidak begitu buruk di sini, tetapi klub telah membuat keputusan dan sekarang kami membaik,” imbuh Nacho dilansir dari Football Espana.

Bek Madrid, Nacho Fernandez.
“Zidane datang dan segala sesuatunya berjalan santai dan tim mulai bermain lebih baik, Zidane adalah pelatih yang tenang dan dekat dan mau berbicara dengan para pemain. Tentu ini sangat bagus, tetapi pada akhir musim harus ada evaluasi,” tambahnya.
Sejak ditangani oleh pria asal Prancis tersebut, permainan Madrid memang terlihat lebih hidup dan mampu menunjukkan gaya khas mereka.

Pelatih anyar Real Madrid, Zinedine Zidane.
Sedangkan kala ditangani oleh Benitez, ketika Los Blancos telah memetik kemenangan, maka ia akan langsung menerapkan taktik bertahan, sehingga tidak heran dirinya mendapat banyak kritikan.
Namun, pelatih asli Spanyol itu tak membutuhkan waktu lama untuk menganggur setelah dipecat Madrid, karena ia telah resmi menjadi pelatih Newcastle United dan mengemban tugas berat untuk membantu klub tersebut terlepas dari zona degradasi di Liga Primer Inggris.