UEFA melakukan penyelidikan terhadap Manchester United menyusul nyanyian terlarang yang disenandungkan kala mereka bertemu Liverpool di babak 16 besar Liga Europa awal bulan ini. Jika terbukti bersalah, United terancam sanksi berat.
Para suporter Setan Merah diduga menyanyikan nyanyian terlarang seputar tragedi Hillsborough 89 dan Heysel 85 sebagai bentuk penghinaan pada fans The Reds. Dua tragedi tersebut menewaskan puluhan orang, dengan fans Liverpool dianggap sebagai penyebab hilangnya nyawa fans Liverpool dan Juventus.
UEFA sejatinya telah memberikan sanksi pada kedua tim akibat konflik yang terjadi pada laga leg kedua Liga Europa. Kedua suporter saling lempar ejekan yang memicu kemarahan pada suporter lain.
MU pun diberikan sanksi karena menutup tangga, menimbulkan kericuhan dalam kerumunan, dan melempari penonton lain. Sementara Liverpool didenda karena sorakan tidak pantas, kembang api, melempari penonton lain, dan terlambat kick-off.
Namun saat berhubungan dengan Omnisport, Rabu waktu setempat, UEFA menegaskan niatnya untuk menyelidiki juga ulah suporter Setan Merah yang menyanyikan nyanyian terlarang dua tragedi tersebut.
"UEFA baru menyadari laporan dugaan adanya senandung nyanyian terlarang pada pertandingan Liga Europa antara Liverpool dan Manchester United pada 10 dan 17 Maret 2016," demikian pernyataan UEFA.
"Karenanya Inspektur Etika dan Disiplin UEFA memutuskan untuk menyelidiki lebih lanjut dan mengumpulkan bukti potensial terkait peristiwa tersebut,"
"Kedua klub telah diminta memberikan laporan yang berkaitan dengan insiden tersebut dalam waktu 10 hari ke depan."