Memanfaatkan kemitraan antara Guangzhou Evergrande dengan Real Madrid Foundation, China mengirim 24 talenta muda mereka dengan tujuan menciptakan tim nasional yang memiliki kemampuan mumpuni sejak dini
Para talenta muda tersebut akan mendapatkan menu latihan di akademi Madrid, tempat dimana Raul Gonzales, Iker Casillas dan Juan Mata ditempa menjadi bintang.
Pelatih asal Spanyol yang selama ini bekerja di Guangzhou, Javier Moreiras, menyatakan bahwa pesepakbola muda China umumkan kurang berkembang karena jarangnya anak-anak muda mereka yang bermain bola di jalanan.
"Mereka perlu mencicipi, apa yang kita sebut 'sepakbola jalanan' di Spanyol. Di Cina tak ada anak-anak bermain di jalanan, seperti yang dilakukan anak-anak di Spanyol, Perancis, Italia dan Inggris,” ujar ia.

Evergrande Guangzhou dilaporkan memiliki akademi sepakbola terbesar di dunia.

Belakangan ini, Negeri Tirai Bambu itu memang tengah menggalakkan sepakbola Super Liga China dengan mendatangkan sejumlah pemain bintang.
Guangzhou memecahkan rekor transfer liga dengan penandatanganan Jackson Martinez dengan nilai 31,5 juta poundsterling.
Klub Jiangsu Suning, Hebei Cina Fortune dan Shanghai Shenhua rela gelontorkan 43 juta poundsterling untuk Ramires, Gervinho dan Fredy Guarin.