Ibrahim Maaroufi tercatat sebagai gelandang Internazionale pada 2006-2009. Namun skillnya kurang mumpuni sehingga lebih banyak tersisih di lapangan.
Pemain 27 tahun ini sempat berpindah-pindah di banyak klub bahkan tak sampai selama satu musim. Pada 2014-2015, Maaroufi sempat membela klub Italia yang bermain di Lega Pro, Paganese, sebelum berstatus tanpa klub hingga saat ini.
Nama Ibrahim Maaroufi mencuat sebagai pelaku bom bunuh diri Brussels setelah identitasnya ditemukan polisi. Namun usut punya usut, ternyata pelakunya bukanlah Maaroufi, melainkan El Bakraoui.

Ledakan yang terjadi saat bom bunuh diri di Brussels, Belgia, meledak.
Entah bagaimana caranya kawanan terori mendapat identidas Maaroufi dan digunakan oleh Bakraoui. Namun berbekal identitas palsu tersebut Bakraoui bisa bebas berkeliaran di negara-negara Eropa untuk melancarkan aksinya.

Sejumlah polisi melakukan penyelidikan terhadap teror bom bunuh diri di Brussels, Belgia.
Menggunakan identitas Maaroufi, Bakraoui dengan bebas berkeliling Italia, terbang ke Yunani, hingga akhirnya tiba di Belgia dan menyewa apartemen. "Dimana para teroris merencanakan serangan di Paris pada November 2015 lalu," kata seorang pejabat Belgia dikutip Calciomercato.
Identitas sang pesepakbola juga digunakan untuk menyewa sejumlah apartemen di berbagai negara sasaran teror bom mereka. Maaroufi belum melaporkan kehilangan identitas tersebut karena baru berlangsung sepekan lalu.