Suporter kecewa terhadap permainan Arema yang dianggap membosankan karena minimnya gol yang tercipta.
Skema bermain Milo dianggap kurang efektif. Arema memang mendominasi penguasaan bola, namun kurang maksimal dalam memanfaatkan peluang.
Selain kemenangan atas SFC, skor minim serupa juga tercatat saat mengalahkan Persija Jakarta dan Bali United di penyisihan grup Piala Bhayangkara.

Alfarizie pemain yang membawa Arema mengalahkan SFC.
Sementara dua laga lainnya berakhir tanpa gol saat diimbangi PS Polri dan Persipura. Mendapat kritikan itu, Milo acuh saja dan akan tetap mengusung skema favoritnya tersebut.
"Saya lebih suka menang meski satu gol. Situasi turnamen seperti ini, kita tidak butuh banyak gol untuk menang," katanya dalam konferensi pers usai pertandingan lawan Sriwijaya FC.
Meski demikian, arsitek kebangsaan Bosnia-Herzegovina itu tetap memuji perjuangan anak asuhnya yang sudah berhasil menjawab ekspektasi publik Malang yang menghendaki Singo Edan berlaga di laga puncak turnamen besar.

Pelatih Milomir Seslij berusaha menjawab kritikan yang ditujukan kepadanya.
Sebelumnya, Aremania sudah kecewa dengan kegagalan Arema Cronus menembus laga puncak saat di Piala Presiden dan Piala Jenderal Sudirman tahun lalu.
"Kita masih sisakan satu pertandingan lagi lawan Persib. Yang jelas, kita ingin mengakhirinya dengan manis sebelum berlaga di kompetisi (Indonesia Soccer Championship)," pungkasnya.