Insiden Sragen yang sempat terjadi beberapa waktu lalu, tampaknya tak mau terulang lagi. Pengawalan secara estafet bakal dilakukan, untuk menjaga keamanan dan ketertiban rombongan bus Aremania dalam Tur Batavia tahun ini.
Kapolres Malang, AKBP Decky Hendarsono menjelaskan, para personel dibagi dalam dua penugasan. Sebanyak 2 peleton satuan Brimob serta masing-masing 1 peleton satuan Dalmas dan Sabhara akan mengawal rombongan bus dari depan dan belakang hingga ke perbatasan Jawa Timur.
"Untuk pengawalan, terdiri dari tiga unsur yakni para anggota Polres Malang, Polwil Malang dan Polda Jatim," kata AKBP Decky Hendarsono.

Aremania lakukan persiapan jelang pemberangkatan ke Jakarta gunakan bus.
Seperti diketahui, jumlah pasukan satu peleton berisikan 30 personel. Berarti, sebanyak 150 personel mem-backup pengawalan rombongan bus Aremania yang berangkat bersama-sama dari depan Balaikota Malang.
Sementara penugasan internal adalah terdiri dari dua personel polisi yang ditempatkan di dalam bus rombongan Aremania. Data yang dihimpun Indosport, rombongan bus yang terdaftar secara resmi hingga keberangkatan sebanyak 30, terdiri dari 10 bus dari alokasi Pemerintah Kota Malang, 10 bus dari Kabupaten Malang dan 6 bus dari Kota Batu, serta beberapa bus rombongan pribadi Aremania.
"Ribuan Aremania kita kawal secara beriringan dan sistem pengawalan secara estafet untuk menjaga keamanan dan ketertiban umum selama perjalanan," imbuhnya.
Jumlah itu pun diprediksi makin bertambah, karena masih banyak rombongan Aremania yang berangkat sendiri dengan mobil pribadi pada sore nanti.