Salah satu pentolan Viking Persib Club (VPC) Agus Rahmat mengatakan kondisi ini jauh berbeda dibandingkan saat gelaran final Turnamen Piala Presiden 2015 lalu. Saat itu bobotoh kekurangan armada bus sedangkan tiket masih tersisa cukup banyak.
"Kalau final Piala Presiden kita kekurangan bus dan tiket masih banyak yang belum terjual. Tapi sekarang tiket yang susah dan bus yang lebih banyak," ujar Agus saat ditemui di oulet Viking Original Merchandise (VOM), Ahmad Yani Bandung, Sabtu (02/04/2016).
Seperti yang terjadi di outlet VOM, kata dia, jatah tiket untuk 1.800 orang ludes hanya dalam waktu satu hari saja. Padahal keinginan bobotoh untuk menyerbu SUGBK masih sangat banyak.
"Tiket dari kemarin (Jumat) malam sudah habis. Rencananya kita berangkat menggunakan 30 bus dengan kuota per satu bus 60 orang," tuturnya.
Terkait pengamanan, Gusdul-sapaan akrabnya- sudah mempercayakannya kepada pihak kepolisian. Ia yakin pihak kepolisian akan memberikan yang terbaik untuk memberikan rasa aman kepada bobotoh terutama saat diperjalanan.
"Kata Pak Polisi setiap hitungan bus dikawal sama motor, ada dua sampai empat motor, malahan katanya mau sampai masuk ke tol motornya," katanya
"Kalau ada apa-apa motor yang ngejar, kita tidak mau kecolongan seperti tahun kemaren masih ada bus yang rusak, masih ada korban. Titik rawan itu tol kota sama keluar tol cikarang," tegasnya.