Anggota Komite Etik FIFA Juga Terbelit Kasus?

Senin, 4 April 2016 14:53 WIB
Editor:
 Copyright:

Panama Papers merupakan salah satu situs sejenis WikiLeaks yang membongkar sejumlah dokumen rahasia satu negara, perusahaan atau organisasi ke publik. Dokumen tersebut merupakan investigasi yang dilakukan sejumlah media luar negeri seperti BBC, Le Monde Prancis dan La Nacion Argentina. 

Sejumlah dokumen di Panama Papers membongkar skema pencucian uang yang dilakukan oleh para pejabat publik, lebih dari 50 negara terlibat dalam kasus pencucian uang tersebut. Menariknya dalam dokumen tersebut, juga terdapat skema pencucian uang yang dilakukan oleh anggota komisi Etika FIFA, Juan Pedro Daminani. 

Komisi Etik FIFA dibentuk untuk menyelesaikan skandal korupsi dan suap pejabat tinggi FIFA yang telah menyeret mantan presiden FIFA, Sepp Blatter. Daminani jadi anggota komite Etik. Ia jadi anggota komite Etik pada 23 Oktober 2006, saat Blatter masih jadi presiden FIFA. 

Menurut laporan Panama Papers, kredibilitas dari komite etik ini jadi sorotan karena Daminani ternyata diduga terlibat dalam pencucian uang. Daminani yang juga seorang pengacara ini dituduh melakukan pencucian uang di sebuah tander minyak lepas pantai di Panama. 

Firma hukum Daminani, JP Daminani merupakan klien dari Mossfon, perusahaan yang terlibat dalam tander minyak lepas pantai tersebut. Daminani menerima uang suap untuk bisa memuluskan langkah tander perusahaan tersebut. 

Tidak itu saja, pada 17 Juni 2013 ternyata firma hukum Daminani telah didakwa oleh aparat hukum Amerika Serikat karena menerima uang sebesar 5juta Dollar dari bank Hapoalim, Swiss sebagai komisi dari prakter kotor tersebut. 

Menariknya, untuk bisa memuluskan menang tander minyak lepas pantai tersbeut, Mossfon dibantu oleh Daminani serta The Jinkis, anak perusahaan Shell mendirikan tiga anak perusahaan untuk bisa memuluskan langkah tersebut. Sebenarnya pada Mei 2015, Departeman Kehakiman Amerika Serikat sudah mengajukan tuntunan kepada Jinkis dengan tuduhan pencucian uang untuk memenangkan tender. 

FIFA sendiri terkait dokumen ini seperti dilansir BBC langsung bergerak cepat, Dr Cornel Borbely, ketua komisi Etik FIFA kabarnya langsung mengadakan penyelidikan awal. 

"Dr Borbely saat ini langsung memeriksa tuduhan untuk menentukan apakah ada pelanggaran hukum yang dilakukan oleh Daminani. FIFA akan segera memutuskan langkah-langkah konkrit soal tuduhan ini," bunyi pernyataan resmi FIFA. 

Apa yang dilakukan FIFA saat ini seperti menjalankan visi misi presiden baru FIFA, Gianni Infantino untuk membersihkan pejabat korup di organisasi sepakbola dunia tersebut. 

"Kami akan segera mengembalikan citra FIFA," kata Infantino saat dilantik jadi presiden FIFA.