Kapolda Jatim, Inspektur Jenderal Polisi Anton Setiadji menilai Aremania lebih layak menyabet gelar suporter terbaik. Hal itu berlandaskan aksi kreatifitas maupun sportifitas yang konsisten diusung suporter setia klub Arema Cronus tersebut sepanjang mendukung timnya berlaga Piala Bhayangkara.
Anton mengaku selalu mengamati Aremania, sejak mendukung Arema berlaga dalam babak penyisihan grup di Bali, babak semifinal di Malang, hingga ikut menyaksikan laga final di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu (03/04/16) lalu.
"Menurut saya, seharusnya Anda, Aremania yang dapat suporter terbaik. Tapi, mungkin Pak Kapolri punya pertimbangan lain sehingga memilih Bobotoh," tuturnya dalam acara penyambutan tim Arema Cronus di Pendopo Kabupaten Malang.
Perwira tinggi berusia 57 tahun itu menambahkan, dirinya cukup menyayangkan terpilihnya Bobotoh sebagai suporter terbaik, karena diiringi dengan aksi tidak sportif selama laga final di Jakarta.
"Terasa kurang pas saja. Mereka melempar botol air dan ke pinggir lapangan sampai coret-coret di Tribun penonton," imbuhnya.
Meski demikian, ia terus menghimbau Aremania dan seluruh suporter di Jawa Timur untuk selalu menjaga suasana kondusif saat mendukung tim bertanding. Kalah atau menang sudah biasa, sehingga ia ingin rivalitas sengit hanya ada di lapangan dan tidak menjalar ke luar lapangan.
"Semoga sepak bola Indonesia terus maju, sportif dan tidak ada kerusuhan lagi," pungkasnya.