ISC A 2016 akan segera dimulai pada tanggal 29 April 2016. Ada permintaan dari Tim Transisi Kemenpora agar operator ISC A 2016, PT Gelora Trisula Semesta (GTS) untuk menyerahkan syarat rekomendasi digelarnya turnamen berformat kompetisi tersebut.
Pasalnya, Tim Transisi mengklaim sebagai pihak yang ditugaskan untuk menjalankan seluruh kegiatan sepakbola tanah air, di tengah pembekuan PSSI yang dilakukan Menpora, Imam Nahrawi.
Namun, Tim Transisi hingga saat ini belum menerima berkas syarat rekomendasi yang harus dipenuhi PT GTS. Padahal, syarat rekomendasi yang di bawa PT GTS nantinya juga akan diserahkan kepada Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), sebagai pihak yang mengeluarkan rekomendasi izin administrasi diadakannya turnamen atau kompetisi layaknya Indonesia Super League (ISL).
Jika izin dari BOPI tidak didapat, maka PT GTS juga tidak mendapat izin keramaian dari kepolisian untuk menggelar ISC A 2016. Sehingga, turnamen berformat kompetisi tersebut kemungkinan batal terlaksana.
Sekretaris Tim Transisi, Gatot S Dewa Broto berharap PT GTS segera datang ke Tim Transisi dan BOPI untuk memenuhi berkas syarat rekomendasi. Terlebih, kompetisi ini bukanlah bentukan Tim Transisi.
"Yang punya kepentingan operator, jadi kami tidak mungkin mendesak mereka untuk bertemu. Kami akan menunggu pihak operator untuk menemui kami," kata Gatot S Dewa Broto di kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (12/04/16).
Selain itu, Gatot mengatakan, tidak ada persyaratan baru yang harus dipenuhi PT GTS. Hal terpenting bagi Tim Transisi, yaitu PT GTS bisa melaksanakan semua persyaratan yang sudah tertuang dalam lisensi AFC.
"Tidak ada persyaratan baru. Persyaratan semua sudah tertuang di lisensi AFC. Inti poinnya, sejauh mana mereka bisa memenuhi persyaratan kami. Kami tidak peduli tentang kepemilikan klub, tak masalah sejauh legal dan memenuhi syarat," katanya.