Hal itu diungkapkan pemain Timnas U23 SEA Games 2013 Myanmar itu dalam sesi perkenalan dirinya di Kantor Arema Cronus. Syaiful mengakui dirinya dapat tawaran dengan nominal lebih besar dari yang didapatkan di Singo Edan.
"Ada tiga klub yang menghubungi saya. Selain Sriwijaya FC, ada Barito Putera dan (Pusamania) Borneo FC. Ketiganya menawarkan nilai lebih tinggi," ujar Syaiful Indra Cahya.
Namun, ada faktor kuat yang membuat pemain bertinggi 177 cm itu mantap berlaga di ISC bersama Arema Cronus, hingga mengabaikan beberapa tawaran bergabung ke klub lain dengan bayaran tinggi.
"Bermain di Arema adalah impian saya sejak dulu. Karena saya putra daerah Malang, tentu kebanggaan tersendiri," imbuhnya.
Syaiful melanjutkan, sebenarnya Sriwijaya FC masih ingin mempertahankannya. Namun, karena terjadi perubahan tim pelatih, dirinya awalnya tidak yakin masuk pada rencana pelatih baru dan membuka komunikasi dengan klub lain, termasuk negosiasi dengan Arema Cronus.
"Saat coach Widodo (Cahyono Putro) resmi jadi pelatih baru, saya dihubungi tapi sudah terlanjur deal dengan Arema. Sebenarnya SFC ingin mempertahankan saya," ujarnya.
Selain itu, pemain yang mengawali karir profesionalnya bersama Persema Malang itu juga mengakui sempat terlibat friksi dengan manajemen SFC. Namun, ia tidak mau menjelaskan friksi tersebut terkait negosiasi harga atau hal lainnya.
"Ya memang ada sedikit masalah dengan manajemen SFC di hari-hari terakhir di sana. Tapi, itu sudah beres sehingga kepindahan saya lancar," tuturnya.