Beruntung, Jason Ryan Quitugua Cunliffe masih mendapat kesempatan selama satu hingga dua minggu untuk membuktikan kualitasnya.
Dalam pertandingan yang berlangsung 3x30 menit itu, Bhayangkara Surabaya United menang 3-0. Semua gol terjadi pada 30 menit terakhir. Otavio Dutra, Fitra Ridwan, Justin Stephen adalah nama pencetak gol di laga ini.
"Kami banyak fisik setelah pulang dari Ciamis. Otomatis permainan anak-anak agak kaku," jelas pelatih Ibnu Grahan kepada awak media seusai pertandingan.
Sebenarnya, uji coba tadi sore adalah kesempatan kedua bagi Jason Cunliffe. Dia sempat diturunkan selama 15 menit terakhir ketika Surabaya United (sebelum merger dengan PS Polri) tumbang 1-3 dari Persib Bandung di turnamen segitiga Ciamis. Saat itu, Jason dinilai belum maksimal lantaran baru saja tiba di Indonesia. Ia masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan sepak bola Indonesia.
Sayang, kesempatan keduanya juga disia-siakan. Jason turun selama kurang lebih 60 menit dalam laga yang berlangsung tiga babak itu. Parahnya, ia belum mampu mencetak sebiji gol pun untuk Bhayangkara Surabaya United. Ia lebih banyak berlari dan membuka ruang bagi rekan-rekannya untuk masuk ke pertahanan lawan.
Meski demikian, Ibnu memberi penilaian positif sekaligus negatif terhadap pemain seleksinya tersebut. "Dia bagus di kerjasama. Tapi seorang striker harus punya keegoisan atau opportunity untuk cetak gol sendiri," tegasnya.
Meski belum terkesima dengan penampilannya, Ibnu masih menaruh harapan pada Jason Cunliffe. Tak heran bila ia diberi waktu seminggu lagi untuk berkembang dan menunjukkan tajinya sebagai seorang penyerang haus gol. "Kami beri waktu dua minggu. Sekarang masih ada waktu seminggu untuk peningkatan progress-nya," tutup mantan pelatih Persebaya 1927 ini.