Bomber Australia Jadi Pembeda Uji Coba Arema vs Persija

Sabtu, 16 April 2016 20:54 WIB
Editor:
© Ian Setiawan/Indosport
Gustavo Giron. Copyright: © Ian Setiawan/Indosport
Gustavo Giron.

Bomber berpaspor Australia itu memang menjadi pembeda bagi tim Singo Edan. Turun sejak babak kedua, Giron mampu membuktikan kelasnya dengan bermain efektif dan sering membuka peluang gol bagi Arema.

Pada menit 73, Giron nyaris mencetak gol pertamanya namun sepakan kerasnya masih melenceng tipis di sisi kanan gawang Reky Rahayu. Setelah terus berusaha keras, upaya Arema mengubah keadaan akhirnya datang lima menit jelang laga usai. 

Pelanggaran Reky terhadap Fery Aman Saragih di muka gawang, membuahkan hadiah penalti dari Wasit Jumady Efendy. Giron mengambil tugas sebagai eksekutor mampu menjalankan tugasnya dengan baik hingga mengubah skor menjadi 1-0 untuk Arema.

Sepanjang pertandingan Arema banyak membuang peluang ketika Gonzales dijaga ketat William Pacheco yang disiplin menjaga area pertahanan Persija. Sementara lini tengah yang dikawal Raphael Maitimo dan Hendro Siswanto kerap kesulitan membuka celah Ismed Sofyan dkk yang bermain solid di sektor tengah lapangan.


Dendi Santoso dibayangi Maman Abdul Rahman dan William Pacheco.

Persija pun hanya tercatat mencipatakan dua peluang terbaik di babak kedua. Rafael Dos Santos nyaris mencuri gol namun shooting-nya masih belum menemui sasaran di menit 68. Begitu juga upaya Rezaldi Hehanusa yang melepaskan tendangan keras namun masih membentur Hamka Hamzah.

Arema Cronus memang mencoba semua pemainnya karena memanfaatkan laga ini sebagai ajang mematangkan taktik sebelum berlaga di ISC.

"Hanya menang penalti, juga tidak apa-apa bagi saya. Pemain sudah mendapatkan atmosfer pertandingan untuk mengasah mental sebelum kompetisi," tutur Pelatih Arema Cronus, Milomir Seslija.

Sedangkan bagi Persija, kekalahan ini tidak begitu ditanggapi lebih jauh karena masih melakukam seleksi pemain, terutama bagi enam pemain asing.

"Tidak masalah kita kalah. Yang penting, pola permainan sudah mulai terbentuk karena kami banyak berubah usai turnamen (Piala Bhayangkara) lalu," tutur Pelatih Persija, Paulo Camargo.


Suporter Persija, The Jakmania yang hadir hanya ratusan dari kuota 6000 tiket.

Susunan pemain kedua tim:

Arema Cronus: Kurnia Meiga (Achmad Kurniawan 80’), Hamka Hamzah (c), Johan Alfarizie (Beny Wahyudi 46’), Ryuji Utomo, Syaiful Indra Cahya (Hasim Kipuw 55’), Hendro Siswanto, Raphael Maitimo (Juan Revi 80’), Srdjan Lopicic (Gustavo Giron 46’), Esteban Vizcarra (Antoni Putro 55’), Dendi Santoso (Sunarto 46’), Cristian Gonzalez (Fery Aman Saragih 65’)

Pelatih: Milomir Seslija

Persija Jakarta: Reky Rahayu, Maman Abdul Rahman, Ismed Sofyan (c), William Pacheco (Daniel Addo 73’), Rezaldi Hehanusa, Amarzukhi, Ade Jantra Lukamana (Vava Mario 46’), Rafael Dos Santos (Gilbert Flamengo 73’), Pandi Lestaluhu, Abrizal Umainalo (Hoon Soon Hok 46’), Patrick Da Silva.

Pelatih: Paulo Camargo

71