Setahun Pembekuan PSSI di Mata Legenda Indonesia

Senin, 18 April 2016 19:38 WIB
Editor:
© Devi Novitasari/INDOSPORT
Kurniawan Dwi Yulianto. Copyright: © Devi Novitasari/INDOSPORT
Kurniawan Dwi Yulianto.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi membekukan induk tertinggi sepakbola Indonesia sudah setahun lamanya. Semula proses pembekuan itu digadang-gadang sebagai langkah untuk mereformasi tata kelola sepakbola Indonesia.

Namun, hingga saat ini belum terlihat dampak positif dari pembekuan tersebut terutama reformasi tata kelola sepakbola sebagaimana diikhtiarkan Menpora. Bahkan yang terlihat adalah merosotnya rangking dunia timnas Indonesia.

Legenda sepakbola Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto sangat menyesalkan kondisi ini. Bagi mantan pemain timnas Merah Putih itu, keadaan ini malah membuat semakin banyak jatuh korban di antaranya para pesepakbola muda Indonesia.

"Sebenarnya saya sedikit malas membahas akan hal ini. Karena apa ya kita ini hanya pelaku kecil sepakbola. Namun seharusnya hal ini segera usai," ucap Kurniawan saat ditemui INDOSPORT di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

"Kita lihat anak-anak kecil ini yang menjadi tidak bisa keluar. Dan banyak bibit muda Indonesia yang menjadi tersendat karena tidak bisa bermain ke luar," tambah ia.


Menpora, Imam Nahrawi (tengah).

Pemain yang kerap disapa Si Kurus ini pun menaruh harapan kepada para pihak yang terlibat dalam urusan ini. Dia berharap agar para pelaku sepakbola Indonesia dapat membuka hati demi kemajuan sepakbola Indonesia.

"Sekarang lebih baik saling membuka hati dan meredam emosi. Kita kembali kepada tujuan kita untuk kemajuan sepakbola kita," harap ia.