Sudah dari awal, PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku operator kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016, berencana menerapkan regulasi administrasi para klub peserta guna menjaga stabilitas keuangan klub. Ada dua opsi yang ditawarkan, diantaranya salary cap, budgeting cap, dan marquee player.
Salary cap merupakan regulasi di mana setiap klub tak bisa sembarangan mengaji pemain dengan angka setinggi langit. Gaji pemain dan anggaran gaji tiap klub akan dibatasi dan diawasi dengan ketat.
Sedangkan, budgeting cap adalah sebuah regulasi dimana setiap klub dibatasi soal belanja pemain dan pelatih. Sementara, marquee player adalah regulasi untuk mengatur besaran nilai kontrak terhadap pemain-pemain tertentu.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT GTS, Joko Driyono mengungkapkan, pihaknya akan menerapkan budgeting cap untuk TSC 2016. Nilai yang diterapkan dalam regulasi tersebut sebesar Rp10 miliar.
"Banyak orang melihatnya salary cap sebagai opsi yang paling terdepan. Padahal, budgeting cap sudah termasuk salary cap. Budgeting Cap itu bukan hanya belanja pemain. Tapi, meliputi belanja dan kontrak pemain, serta belanja dan kontrak pelatih. Yang kami batasi Rp10 miliar," kata pria yang akrab disapa Jokdri tersebut.
Seperti diketahui, TSC 2016 akan mulai bergulir pada tanggal 19 April mendatang. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dijadwalkan akan membuka TSC 2016 secara resmi di Stadion Mandala, Jayapura. Sementara itu, laga perdana TSC 2016 sendiri akan mempertemukan Persipura Jayapura kontra Persija Jakarta.