Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) baru saja merayakan hari jadinya yang ke 86 tahun. Dalam perayaannya kali ini, PSSI seakan dalam kondisi kelabu.
Bagaimana tidak dalam ulang tahunnya kali ini, PSSI dalam status dibekukan oleh Menpora. Bahkan yang paling memprihantinkan, PSSI tengah dalam hukuman FIFA.
Dalam keadaan kelam seperti ini, muncul desakan untuk segera melakukan Kongres Luar Biasa (KLB). Menanggapi hal ini, wakil ketua umum PSSI, Hinca Panjaitan menilai bahwa KLB tidak mudah dilaksanakan.
"Sekarang ada isu KLB, sekarang kita lihat statuta FIFA. KLB itu semua ada tahapannya," ucap Hinca saat ditemui di Senayan, Jakarta.
"Jadi saat ini tak ada pilihan lain selain kita berdamai. Cukuplah setahun kita bertarung saatnya kita berdamai," tambah mantan Ketua Komisi Disiplin PSSI ini.
Senada dengan Hinca, Ketua Dewan Kehormatan PSSI, Agum Gumelar juga ikut mengomentari akan isu KLB. Bagi Agum KLB adalah hak para pengurus PSSI.
"KLB itu hak para pemilik suara PSSI. Buka kemauan dari pihak luar. Namun bila anggota mau KLB ya silahkan. Tapi jangan dalam keadaan tertekan, KLB harus sesuai peraturan," jelas Agum.
528
Waketum PSSI: Saatnya Kita Berdamai
© Ratno Prasetyo/INDOSPORT