Euro 2016

Gelar Hajatan Euro 2016, Prancis Nyatakan Kondisi Darurat

Jumat, 22 April 2016 00:14 WIB
Editor: Rizky Pratama Putra
 Copyright:

Manuel Valls menyatakan Prancis akan memperpanjang kondisi darurat selama dua bulan ke depan. Perdana Menteri Prancis ini ingin memastikan negaranya dalam kondisi aman selama gelaran 2016 bergulir.

Pernyataan ini dibuat beberapa jam setelah aparat keamanan Prancis melakukan simulasi anti-teror di Paris. 

"Kondisi darurat tidak bisa permanen, namun dalam sebuah kesempatan agenda besar , kami meutuskan untuk memperpanjangnya," ujar Valls kepada France Info.

Euro 2016 akan diselenggarakan di 10 kota dengan 10 stadion terbesar di Prancis. Agenda ini kemungkinan akan menyedot 2,5 juta pengunjung yang datang ke negeri anggur ini.


Aparat keamanan Prancis semakin gencar melakukan penyergapan terhadap teroris jelang Euro 2016.

Isu terorisme menjadi masalah utama pengamanan Euro 2016. Pasalnya dalam 6 bulan terjadi serangan brutal yang dilakukan di Paris dan Brussels jelang Euro 2016.

Guna mengantisipasi hal ini, pihak kepolisian Prancis telah melakukan 122 penyergapan selama dua bulan terakhir dengan jumlah total 3.427 penyergapan selama masa darurat. Dalam penyergapan ini total 743 senjata telah disita, 75 diantaranya merupakan senjata kelas perang.

63