Torabika Soccer Championship 2016

Profil Peserta TSC 2016: Semen Padang

Jumat, 22 April 2016 20:01 WIB
Editor: Randy Prasatya
 Copyright:

Semen Padang FC merupakan klub kebanggan warga Minang yang didirikan pada 1980 oleh perusahaan semen tertua di Indonesia, PT Semen Padang.

Pada tahun itu pula tim Kabau Sirah memulai perjalanannya di sepakbola Indonesia dengan berlaga di Divisi 1 Galatama. Perjuangan mereka di Divisi 1 pun tidak perlu memakan waktu yang cukup lama. Pada 1982, Semen Padang berhasil keluar sebagai juara Divisi 1 dan mendapat kesempatan promisi ke Divisi Utama Galatama.

Setelah mengarungi musim yang panjang di Galatama, Semen Padang baru mampu meraih trofi pertamanya pada 1992, setelah mengalahkan Arema 1-0 di final Piala Galatama. Peserta Piala Galatama kala itu diikuti oleh seluruh klub yang berlaga di Liga Galatama.

Pada tahun 1994, PSSI mengabungkan dua liga yang berjalan di Indonesia, yaitu Perserikatan dan Galatama. Tujuan penyatuan itu untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme persepakbolaan Indonesia dengan nama Liga Indonesia. Semen Padang pun masuk ke dalam 34 kontestan untuk bersaing di kasta tertinggi yang dinamakan Divisi Utama Liga Indonesia atau biasa di sebut Divisi Utama Ligina.

Tahun 2002 menjadi saat yang berkesan untuk perjuangan Semen Padang di persepakbolaan Indonesia, dengan melaju ke semifinal sebagai juara wilayah Barat. Namun, langkah mereka untuk melaju ke final harus terhenti saat ditumbangkan Petrokimia Putra.

Setelah pencapaian itu, Semen Padang mengalami penurunan performa. Bahkan, pada akhir Ligina 2007 mereka harus terdegradasi setelah finis di posisi 16 wilayah Barat.

Terdegradasinya Semen Padang juga menjadi akhir dari perjalanan Ligina. Pada musim selanjutnya kompetisi di Indonesia kembali berganti nama, yaitu Indonesian Super League (ISL).

Seluruh peserta di kompetisi ini diharuskan berasal dari Divisi Utama Ligini dan melalui tahap verifikasi ulang. Sayang, saat itu Semen Padang tidak dapat tampil di ISL lantaran sudah berada di posisi degradasi pada era akhir Ligina. Mereka pun harus memulai dari Divisi Utama, nama yang sama saat era Ligina, namun beda kasta.

Semen Padang berada di Divisi Utama hanya dua musim. Pelatih Arcan Iurie dan sang astisten Nil Maizar menjadi otak kebangkitan Kabau Sirah menembus kasta tertinggi sepakbola Indonesia.

Sebagai pendatang baru di atmosfer ISL 2010/11, Semen Padang berhasil membuat seluruh kontestan terkejut. Bahkan, di bawah kepemimpinan Nil Maizar (mengantikan Arcan Iurie yang mundur), mereka sempat beberapa kali bercokol di posisi dua klasemen, yang pada akhirnya hanya sanggup menyelesaikan perjalanan di posisi 4.

Pada 2012 sepakbola Indonesia mengalami perpecahan, Semen Padang memilih bergabung dengan Indonesian Premier League (IPL) yang muncul sebagai kompetisi resmi pengganti ISL. Sedangkan ISL menjadi kompetisi yang tak resmi.

Bermain di IPL, Semen Padang tak mampu dibendung para lawan-lawan mereka. Tim kebanggaan warga Padang ini berhasil keluar sebagai juara dan pemainnya, Ferdinand Sinaga, keluar sebagai pencetak gol terbanyak dengan 15 gol.


Selebrasi tim Semen Padang saat menjadi juara IPL 2012.

Berstatus sebagai yang terbaik di Indonesia saat itu, Semen Padang pun berhasil tampil di ajangn Piala AFC. Namun, langkah mereka terhenti di perempatfinal setelah takluk dari East Bengal, selaku wakil dari India.

Setelah hanya satu setengah musim di IPL, Semen Padang memutuskan kembali bergabung ke ISL pada 2014. Di musim itu pula Kabau Sirah tampil apik dengan melaju ke babak delapan besar setelah finis di posisi 3 wilayah Barat.

Di babak delapan besar tersebut, Kabau Sirah harus tersisih di grup A, yang dihuni Persipura, Arema Cronus dan Persela. Tim yang dikapteni Hengky Ardiles itu harus puas bercokol di posisi tiga dengan 10 poin, atau kalah satu poin dari posisi runner-up.

Pada musim 2015, Semen Padang mulai coba berbenah dan memasang tarket lebih dari musim sebelumnya. Namun, rencana mereka tak tergapai lantaran kompetisi musim tersbeut di hentikan kibat konflik berkepanjangan PSSI dan Kemenpora.

Setelah cukup lama kompetisi terhenti, tim Kabau Sirah mulai mencoba berganung dengan peserta klub ISL lainnya di turnamen Piala Jenderal Sudirman. Pada kejuaraan tersebut tim besutan Nil Maizar sukses keluar sebagai runner-up setelah ditumbangkan Mitra Kukar 1-2.

Saat ini Semen Padang kembali berusaha mempersiapkan diri untuk tampil di kompetisi Torabika Soccer Championship 2016. Demi mencapai sukses, mereka hingga kini terus mencari komposisi terbaik di dalam tim.

Data Klub:

Klub: Semen Padang FC

Berdiri: 30 November 1980

Stadion: Haji Agus Salim, Padang

Prestasi: Juara Divisi Satu Salatama (1982), Piala Galatam (1992), Liga Prima Indonesia (2011/12), dan Community Shield (2013).

Susunan Pemain:

Kiper: Jandia Eka Putra, Rivki Mokodompit, Reza Pratama

Belakang: Fandry Imbiri, Cassio de Jessus, Handi Ramdan, Novan Sasongko, Agung Prasetyo

Tengah: Riko Simanjuntak, Vendry Mofu, Diego Messias, Irsyad Maulana, Defri Rizki, Kevin Scheunemann

Depan: Marcel Sacramento, Nur Iskandar, Christovel Manuel Sibi

Pelatih: Nil Maizar

79