Seperti diketahui, semenjak terjadi dualisme klub Persebaya Surabaya hingga perubahan nama menjadi BSU, para suporter terbelah. Mayoritas suporter Bonek memilih tetap mendukung Persebaya 1927 meski tidak mengikuti event resmi.
Sementara pendukung BSU hanya segilintir. Karena itu, mereka membidik Sidoarjo yang merupakan markas Persida Sidoarjo dan Deltras FC.
"Kami menilai stadion di Sidoarjo cukup representatif menghelat kompetisi nasional. Selain mudah akses menuju ke stadion, biaya sewa juga lebih ringan. Jika kami memilih bermain di Gelora Bung Tomo, akan menyedot banyak biaya karena sewa mahal dan akses masih sulit. Sementara Gelora 10 Nopember belum dapat digunakan," kata CEO BSU Gede Widiade.
Gede Widiade juga mengatakan launching tim serta pertandingan trofeo bisa dilihat oleh siapa saja tanpa harus mengeluarkan sepeser rupiah pun. Sebab pihak penyelenggara memutuskan untuk menggratiskan event ini. "Iya gratis. Supaya masyarakat dapat menikmati," kata Gede melalui pesan singkat.
Dengan menggratiskan acara launching, panitia BSU berharap dapat menyedot banyak massa ke Gelora Delta Sidoarjo pada Minggu, 24 April mendatang.