Pada Jumat, 25 Maret 2016 lalu, pukul 19:00 waktu setempat, bom bunuh diri meledak di stadion sepakbola yang berlokasi di kota Iskandariyah, Irak.
43 orang tewas dan 65 lainnya luka-luka. 1 dari 43 korban tewas tersebut ialah Mohamed Khazaal, bocah 10 tahun yang merupakan fans Real Madrid.
Seperti dilansir dari washingtonpost.com, kepergian Mohamed Khazaal sisakan luka mendalam untuk sang kakak, Ahmed Khazaal, 12 tahun yang juga fans berat dari Barcelona.

Kedua kakak adik ini memang memiliki kesukaan dengan Barcelona dan Real Madrid. Kesukaan pada dua klub raksasa La Liga Spanyol ini membuat keduanya pernah bermimpi untuk bisa membela dua klub itu.
"Dia (Mohamed) pernah mengatakan kepada saya bahwa suatu saat akan bermain di Bernabeu untuk melawan saya yang membela Barcelona di laga El Clasico," kenang Ahmed sembari menahan air matanya.

Ahmed menambahkan saat sang adik masih hidup, mereka berdua acap kali bertengkar untuk membela klub favorit masing-masing. Layaknya laga El Clasico di Spanyol, pertengkaran kakak beradik ini sangat seru menurut keluarga dan tetangga mereka.
Kedua bocah laki-laki ini juga terdaftar di salah satu klub lokal di daerah tempat tinggal mereka. Saat kejadian, kedua bocah ini diajak kakak terbesar mereka untuk menyaksikan laga final kompetisi lokal.
Ahmed mengenang bahwa saat itu, rekan-rekannya sangat antusias menunggu laga final tersebtu, termasuk sang adik, Mohamed Khazzal.
Naas untuk Mohamed, ledakan bom bunuh diri yang diduga diledakan oleh penonton membuatnya meninggal dunia. Salah satu korban yang selamat dari aksi bom bunuh diri tersebut, Anmar al-Janabi menuturkan bahwa pelaku ialah anak-anak seusia dirinya.
"Dia (pelaku bom bunuh diri) agak tinggi dengan rambut panjang. Dia tampak berbeda. Dia mengenakan jaket tabel padahal cuaca saat itu sangat panas," kata Anmar yang juga rekan dari Ahmed dan Mohammed Khazzal.