Pria asal Kalimantan itu juga membuktikan kapasitasnya sebagai striker dengan meraih gelar top skorer, setelah berhasil mengemas 18 gol dalam turnamen tersebut.
"Kalau skill masih bisa bersaing, tinggal mental dia saja," kata Mathuliang, pelatih Bontang U-14 seperti dikutip dari Portal Kaltim.
Hal sama juga diungkapkan Fakhri. Menurut dia, Bryan punya bakat. Itu ditopang dengan disiplin yang bagus. "Dia adalah generasi pertama Akademi Pelangi. Kami cuma mempertajam," ujar mantan punggawa PKT Bontang itu.
Selain soal sepakbola, Bryan juga harus memerhatikan faktor nonteknis. Misalnya, cuaca, budaya, dan makanan.
"Dia berhadapan dengan banyak aspek. Tapi, ini kesempatan emas. Peluang tetap terbuka," tegasnya.
Sementara itu, Basri Rase menuturkan, yang diraih Bryan harus mendapat dukungan semua pihak. Jadi, dia bisa berfokus untuk berlatih.
"Tolong Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga) berkoordinasi dengan sekolah. Sehingga nanti tidak saling menyalahkan," ujarnya.