Menanggapi hasil tersebut, manajer Leicester, Claudio Ranieri mengatakan, permainan timnya kurang panas di menit awal. Sehingga, Riyad Mahrez dkk. harus tertinggal lebih dahulu dari MU usai Anthony Martial mencetak gol di menit ke-8.
"Kami kurang panas di menit awal, sehingga kami bisa kebobolan terlebih dahulu. Tapi, kami bermain sangat baik usai gol Martial hingga pertandingan usai. Saya pikir hasil imbang adalah hasil yang baik bagi kedua tim," kata Ranieri, dikutip dari BBC.

Kedua kesebelasan merayakan gol yang dicetaknya masing-masing.
Selain itu, Ranieri enggan terlalu pusing memikirkan laga antara Chelsea kontra Tottenham Hotspur, 3 Mei mendatang. Pasalnya, laga tersebut merupakan pertandingan penentuan bagi timnya untuk meraih gelar juara Liga Premier Inggris.
Jika Tottenham kalah dari Chelsea, maka sudah dipastikan Leicester menjadi juara Liga Premier Inggris. Walaupun, masih menyisakan dua laga lagi.
"Bagi kami, hasil tadi merupakan bukti mentalitas kami. Sebetulnya, saya ingin menonton pertandingan antara Chelsea vs Tottenham, tapi saya harus kembali ke Italia. Semoga hasil baik terjadi bagi tim, sepulang saya dari Italia," ungkap Ranieri.
Seperti diketahui, Manchester United unggul terlebih dahulu atas Leicester City melalui gol yang dicetak martial pada menit kedelapan. Selanjutnya, The Foxes mampu menyamakan kedudukan melalui gol yang dicetak sang kapten, Wes Morgan pada menit ke-17.