Menurut pelatih asal Brasil tersebut, salah satu faktor yang membuat trimnya berhasil mengalahkan PS TNI adalah keunggulan kualitas pemain. Wajar saja, PS TNI hanya duiperkuat sjeumlah pemain bintang seperti, Manahati Lestusen, Abduh Lestaluhu, Dimas Drajad, dan Legimin Raharjo.
Selain itu, PS TNi tak diperkuat pemain asing. Sedangkan, Madura United diperkuat sjeumlah pemain lokal dan asing yang berkualitas, sebut saja Fabiano Beltrame, Bayu Gatra, dan Pablo Rodriguez Aracil.
"Hasil yang luar biasa, kami menang di kandang lawan. Mereka main keras, dan kami mampu imbangi mereka dnegan kualitas kami yangg di atas mereka. Hasilnya, kami bisa menang," ujar Gomes De Oliviera.
Namun meski berhasil meraih kemenangan, Gomes menilai timnya masih memiliki sedikit kekurangan. Terlebih satu gol yang bersarang di gawang MU, diakibatkan kurangnya intensitas komunikasi di lini belakang.
"Kami kurang rapat saat umpan lambung yang dilakukan para pemain PS TNI. Sehingga, umpan tersebut menjadi gol di menit terakhir. Tentu itu semua akan kami evaluasi kedepannya," ungkapnya.
Seperti diketahui, Madura United unggul terlebih dahulu atas PS TNI di babak pertama melalui gol yang diciptakan Pablo Rodriguez Aracil pada menit ke-20, dan Slamet Nurcahyo pada menit ke-27. Selanjutnya, PS TNI berhasil menyamakan kedudukan melalui gol yang dicetak Tambun Dikti Naibaho saat laga memasuki injury time.