Di bawah arahan pelatih Pep Guardiola, Bayern Munchen total sudah 3 kali beruntun kandas di babak semifinal Liga Champions. Sebelum disingkirkan Atletico Madrid dimusim 2015/16 ini, Munchen juga harus tersingkir di babak semifinal oleh Barcelona musim 2014/15 kemarin dan Real Madrid satu musim sebelumnya.
Menurut mantan striker Munchen, Ivica Olic,Guardiola bisa dibilang gagal sebagai seorang pelatih meski Munchen memiliki kekuatan tim yang superior.
"Guardiola tersingkir tiga kali berturut-turut di semifinal Liga Champions. Menurut standar Munchen, itu sebuah kegagalan," kata Olic seperti dilansir Marca.

Ivica Olic saat masih berseragam Bayern Munchen tampil di pentas Liga Champions
Sebagai catatan, Munchen baru saja disingkirkan Atletico Madrid di semifinal Liga Champions. Meski di leg kedua Munchen menang 2-1, namun Atletico tetap berhak melaju ke final dengan agregat 2-2 karena Los Rojiblancos unggul gol tandang usai mencetak satu gol di leg pertama.
Lebih lanjut, striker berdarah Kroasia tersebut mengatakan, raihan gelar Guardiola tak sesukses pelatih FC Hollywood sebelumnya, Jupp Heynckes.

Pelatih Bayern Munchen, Pep Guardiola
"Ia datang usai Heynckes memenangkan semua gelar, Guardiola lantas hanya mampu meniru suksesnya. Namun ia tak mampu melakukan hal yang sama dan ia pasti bakal dilupakan," tambah pemain berusia 36 tahun itu.
Olic sendiri pernah dilatih oleh Jupp Heynckes pada 2011 hingga 2012. Heynckes melatih Die Roten sejak 2011 sampai 2013 hingga akhirnya digantikan oleh Guardiola. Bersama tim yang bermarkas di Allianz Arena itu, Heynckes dan Olic berhasil mengangkat trofi DFB Pokal, Bundesliga, dan Liga Champions.

Mantan pelatih Bayern Munchen, Jupp Heynckes