Pelatih Madura United, Gomes De Oliviera sangat heran saat timnya tak lagi tajam ketika menghadapi Arema di kandang sendiri. Padahal, saat menggelar pemusatan latihan satu bulan jelang TSC 2016, Bayu Gatra dkk. begitu ganas lewat empat kemenangan dan dua kali seri di laga uji coba.
Bahkan, Madura United berhasil mencetak dua gol ke gawang PS TNI pada pekan pertama TSC 2016, pekan lalu. Ketika itu, Madura United mengalahkan The Giant Killer dengan skor 2-1 di kandangnya sendiri, Stadion Siliwangi, Bandung.
"Mungkin bermain di depan pendukung sendiri pemain jadi terbebani. Memang, tekanan untuk menang begitu tinggi," kata Gomes
Selain itu, pelatih asal Brasil itu pun menyesalkan berbagai peluang yang didapat timnya namun gagal membuahkan hasil. Tercatat tiga kali Bayu Gatra melepaskan tendangan keras, tapi masih melambung di atas mistar gawang Kurnia Meiga.
"Ya memang cukup kecewa karena hanya seri. Padahal kami maunya menang. Tapi, saya kira pemain sudah tampil bagus," lanjutnya.
Tak lupa, Gomes juga mengkritik kepemimpinan Wasit Maulana Nugraha yang dinilai kurang jeli dalam mengambil kebijakan. Pasalnya, beberapa kali pelanggaran keras tidak tertangkap pantauan Maulana Nugraha.
"Pertandingan keras, itu tidak bagus. Saya pikir sudah cukup wasit cukup fair, tapi beberapa pelanggaran masih luput dari penglihatan," ungkapnya.