Tristan Alif Naufal pernah menggemparkan dunia maya, setelah video mengolah bolanya beredar pada 2012 lalu. Bocah yang kini berusia 12 tahun itu telah diterima di akademi Getafe, dan seharusnya berada di Kota Madrid , Spanyol, bulan Mei ini.
Ia mendapat kesempatan tampil bersama Getafe U13 di kompetisi Liga Spanyol. Namun hingga saat ini Alif masih berada di Indonesia karena kekurangan dana.
Alif membutuhkan Rp2,5 miliar untuk biaya hidup dan izin tinggal di Spanyol.
Dua akademisi Universitas Indonesia, Prof Rhenald Kasali dan Andrinof Chaniago melakukan penggalangan dana melalui situs kitabisa.com untuk membantu Alif. Masyarakat diminta memberikan donasi berapapun jumlahnya untuk mendanai Alif.
"Kini kita bergotong royong untuk mendanai Alif, di masa depan saya sangat yakin Alif akan memberikan manfaat ratusan kali lipat dari nilai yang kita berikan saat ini," tulis mereka.
"Alif akan membawa nama Indonesia di kancah internasional, akan menjadi pemain andalan timnas, bahkan bisa menjadi pelatih timnas di masa depan."
Hingga berita ini diturunkan, dana yang terkumpul baru Rp17.501.548 dari Rp2,5 miliar yang dibutuhkan.

Mantan kiper Belanda Edwin van der Sar dan Tristan Alif.
Aksi Alif yang dijuluki "Messi dari Indonesia" oleh sejumlah media asing ini sempat membuat pelatih Bayern Munchen, Pep Guardiola takjub pada 2012 lalu.
Pada 2013, akademi Ajax Amsterdam kepincut merekrut Alif. Pesepakbola mungil ini pun sempat dua kali diundang untuk berlatih.
Tak diduga, di Ajax ia berhasil meraih Most Valuable Player di Ajax International Camp 2014, Best Player pada 1V1 Category, dan Coerver Netherlands Master Skillz 2014. Nama Alif pun menjadi cukup terkenal di Belanda.
Ajax semakin tertarik merekrut Alif. Mereka ingin memasukan Alif ke akademi mereka, De Toekomst.
Namun, hal itu gagal terlaksana lantaran pemerintah Indonesia tak bisa membantu izin tinggal orangtuanya dan tak bisa mencari nafkah di Belanda.
Yuk, kita sama-sama bantu Alif.