Dari dua pertandingan yang telah dihadapi Persib, baik saat menjamu Sriwijaya FC maupun Pusamania Borneo FC, pelatih asal Serbia tersebut kerap menggunakan skema all out defend.
Hasilnya, dua pertandingan yang telah dilalui, tim berjulukan Maung Bandung ini hanya mampu meraih satu gol melalui Tantan saat menjamu Sriwijaya FC di laga perdana 30 April lalu. Sementara di laga kedua melawan PBFC tidak ada gol yang tercipta.
Hal ini pun diakui sang kapten kesebelasan Atep. Menurutnya permainan dengan mengandalkan skema bertahan itu bukan menjadi ciri khas Persib Bandung.
"Yang saya rasakan karakter kita seperti dulu menghilang. Belum ada di tim kita saat ini. Karakter kita menyerang dan mengejar kemenangan itu belum ada," ujar Atep di Cafe Persib Sulanjana Bandung.
Namun Atep enggan menyalahkan kinerja pelatih saat ini yakni Dejan Antonic. Sebab pelatih berusia 47 tahun itu juga kerap menginstruksikan para pemainnya untuk tampil menyerang.
"Instruksi awal sih menyerang, tapi mungkin situasi berbeda tergantung lawan. Lawan menunggu, kita lebih menunggu. Tapi kalau dibandingkan tahun lalu, kita selalu menekan dari awal," katanya.
Atep akan tetap menerima skema yang diberikan sang entrenador. Yang jelas ia berharap skema yang diberikan mampu menghasilkan kemenangan untuk Persib.
"Setiap pelatih mungkin punya karakter cara bermainnya. Saya akan coba mengikutinya. Termasuk memainkan saya 20 menit juga tidak masalah. Semua keputusan ada di pelatih. Sebagai pemain kita harus siap yang penting adalah tim menang ataupun mendapatkan poin. Buat saya mau main dari pertama atau 10 atau 1 menit mungkin, saya selalu siap," tegasnya.
Kritikan ini bukan kali pertama dialami Dejan. Sebelumnya eks pelatih Persipasi Bandung Raya (PBR) mendapatkan kritikan lantaran kerap memainkan dan mengutamakan Kim Jeffrey Kurniawan yang dinilai kurang maksimal dalam memberikan kontribusi untuk tim.