Torabika Soccer Championship

Heboh, Aksi Pemukulan Wasit Diduga Terjadi di TSC 2016

Selasa, 10 Mei 2016 21:55 WIB
Editor:
© Zainal Hasan/INDOSPORT
Joko Driyono. Copyright: © Zainal Hasan/INDOSPORT
Joko Driyono.

Hal itu diketahui setelah Direktur PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku operator TSC Joko Driyono memberikan konfirmasi terkait dugaan pelanggaran tersebut. Menurut pria yang karib disapa Jokdri pihaknya belum menerima laporan terkait aksi kekerasan yang dilakukan pemain PSBK Blitar terhadap wasit Suyanto. 

"Pertama, kami harus mendengar laporan soal jalannya pertandingan. Tapi yang pasti tidak ada celah untuk melakukan kesalahan dalam mengambil keputusan," ungkap Joko Driyono saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (10/5) sore.

Menurut Jokdri pihaknya sama sekali tak menutup pintu untuk menindaklanjuti setiap laporan yang masuk. Terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan wasit GTS akan menyerahkan urusan tersebut kepada Komite Disiplin.

"Kalau laporannya sudah ada nanti setiap Rabu akan diperiksa oleh Komite Disiplin dan Kamis sudah ada putusan," lanjutnya.

"Kita tunggu saja. Kalau laporannya sudah masuk, pasti akan diperiksa dan tunggu saja putusannya. Tapi terima kasih atas feedbacknya," sambungnya.

Pada pertandingan tersebut Manajemen Persepam Madura Utama menemukan sejumlah kejanggalan atas keputusan Suyanto.

Pihak Madura Utama melalui sang asisten Nadi Mulyadi,  mengaku timnya dirugikan atas kepemimpinan wasit yang diduga berpihak pada tuan rumah PSBK Blitar.

Salah satu indikasi tercermin dari tindakan wasit yang tidak memberikan sanksi kepada pemain PSBK Blitar yang melakukan pelanggaran keras di arena kotak penalti, termasuk sanksi terhadap aksi pemukulan pemain terhadap wasit.

320