Seperti diketahui, kepengurusan PSSI periode 2014-2019 hasil Kongres Luar Biasa Surabaya tahun 2015 silam terus diguncang. Posisi mereka terus diterpa badai. Dari tekanan dari pemerintah dan tekanan dari para anggota mereka yang sudah tidak memiliki rasa percaya.
Meski tekanan dari pemerintah sudah berakhir, dengan dicabutnya pembekuan PSSI. Namun permintaan KLB masih deras datang dari pemilik suara.
Para voters yang tergabung dalam Kelompok 85 ini tetap menyuarakan diadakannya KLB. Menanggapi akan derasnya KLB, anggota Exco PSSI, Tony Apriliani menilai bila itu datang dari Voters, maka PSSI tak bisa menghalangi.
"Perihal KLB kembali lagi sejauh ada permintaan dari members dan permintaan itu sah tak ada alasan PSSI untuk tidak melakukan KLB," ucap Tony.
"Tak boleh dihalangi-kan itu keinginan mereka. Kita ini juga dipilihkan oleh mereka," kata Tony.
Namun meski begitu, Tony menilai KLB tak akan semata-mata dengan mudah berlangsung. Sebab bagi Tonny, Kongres Luar Biasa harus dilakukan bila sudah memunih persyaratan dan tidak melanggar statuta, baik statuta FIFA, AFC dan PSSI.
"Begitu juga sebaliknya, bila surat itu tak sesuai persyaratan, dan kemauan voters tak cukup untuk meminta KLB maka members tak bisa mendesak KLB," tandas Tonny.