Menurut media Le Parisien, Nanterre Prefecture menjadi tempat kursus mengemudi yang menjual SIM dengan harga 8000 Euro, atau kisaran 120 juta rupiah ke sejumlah atlet, selebritis, dan tokoh masyarakat.
Bahkan, manajer perusahaan tempat kursus mengemudi tersebut telah diperiksa selama 48 jam beserta 3 pegawainya.

Nasri merupakan salah satu orang ternama yang dicurigai mendapatkan SIM dengan cara ilegal. Tudingan itu menguap seteleh dia tertangkap pihak berwajib saat mengendarai Lamborghini dengan kecepatan yang berlebihan.

Polisi lakukan pemeriksaan pada kendaraan.
Atas tindakan sang pemain yang tak taat lalu lintas, pria asal Prancis tersebut menjalani pemeriksaan intensif dari pihak yang berwajib.
Menurut kabar yang dilansir Mirror, kendaraan Nasri dicek secara menyeluruh oleh polisi setempat, dan sang pemain juga mengeluarkan semua barang bawaan.