Ini 5 Program Kerja PSSI Pasca Pencabutan Sanksi FIFA

Senin, 16 Mei 2016 16:11 WIB
Editor: Gema Trisna Yudha
 Copyright:

Pemerintah melalui Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, telah resmi mencabut Surat Keputusan (SK) Pembekuan PSSI pada 10 Mei 2016.

Setelah pencabutan tersebut, sanksi Indonesia pun dikut dihapus oleh FIFA saat kongres FIFA ke 66 di Mexico City 12-13 Mei 2016 lalu. Hal itu juga membuat Timnas maupun klub bisa kembali berkompetisi di level internasional. Bahkan negara tetangga, Malaysia dikabarkan sudah menawarkan laga uji coba.


Surat resmi FIFA tentang pencabutan sanksi terhadap Indonesia.

Selain penghapusan sanksi, Indonesia melalui PSSI diminta untuk melakukan dan merubah serta memperbaiki tata kelola sepakbola Tanah Air berdasarkan arahan FIFA.

“Kita bakal rapat Exco dan bertemu dengan anggota-anggota PSSI untuk membahas semua hal. Yang jelas kami akan sampaikan lebih dulu kabar gembira pencabutan sanksi FIFA untuk Indonesia. Kami juga akan paparkanperkembangan detik demi detik apa yang terjadi di Kongres FIFA," ujar Wakil Ketua Umum PSSI, Hinca Panjaitan seperti dilansir dari laman resmi PSSI.


Sekjen PSSI, Azwan Karim (kiri) dan Wakil Ketua Umum PSSI, Hinca Panjaitan.

Berikut 5 agenda terdekat PSSI sesuai arahan FIFA :

1. Menyiapkan hubungan dengan pemain dengan membentuk National Dispute Chamber Resolution (NDRC). NDRC ini adalah aturan atau pembentukan badan yang menangani sengketa pemain dengan klub atau               federasi. Terkait hal itu PSSI akan mereview kembali hubungan dengan APPI yang dianggap sebagai organisasi pemain penting.

2. Pengelolaan PSSI yang bersih dan transparan dalam rangka good governence. PSSI juga akan mereview kembali Statuta PSSI agar sesuai dengan Statuta FIFA yang baru.

3. Terkait liga profesional, PSSI akan mereview kembali penyelenggaraan Indonesia Super League (ISL). Sekaligus mengkaji status Indonesia Soccer Championship (ISC) dalam kongres Exco PSSI, 1 Juni mendatang.

4. Mengelola kembali tim nasional secepatnya untuk persiapan berbagai ajang yang masih bisa diikuti, antara lain Piala AFF 2016, SEA Games 2017, dan Asian Games 2018 yang paling dekat.

5. Mereview kondisi infrastruktur yang ada di seluruh Indonesia, terutama dalam menjamin kelancaran pembinaan sepak bola.