Raneiri pantas diganjar penghargaan tersebut. Bermodalkan pemain ‘biasa-biasa’ saja, ia mampu meracik Leicester City menorehkan sejarah meraih juara.
Padahal sebelumnya Ranieri kerap disebut sebagai Mr. Runner-Up lantaran kerap juara kedua di sejumlah tim yang ia besut.
Pada ajang tersebut tahunan itu Ranieri menjadi satu-satunya pelatih non-Inggris yang meraih penghargaan bergengsi tersebut setelah sebelumnya juga pernah ditoreh pelatih Arsenal Arsene Wenger pada 2002 dan 2004.

Ranieri menjadi pelatih Italia ke-3 yang sukses rengkuh gelar juara Premier League. Sebelumnya, Carlo Ancelotti (Chelsea) dan Roberto Mancini (Manchester City).
Asosiasi pelatih ini juga memberikan penghargaan kepada pelatih Brighton, Chris Hughton. Meski gagal membawa timnya promosi ke Premier, Hughton sempat mengejutkan publik di kasta kedua Liga Inggris dengan tak terkalahkan pada 14 laga.
Asosias itu juga memberi penghargaan pada pelatih Wigan, Gary Caldwell dan pelatih Northampton, Chris Wilder setelah masing-masing mampu membawa klub mereka juara League One dan League Two.