Gembar-gembor soal rencana penunjukkan Jose Mourinho atau Guus Hiddink sebagai pelatih tim nasional sempat membuat heboh publik sepakbola Indonesia.
Pasca SK Pembekuan PSSI dicabut, lalu disusul penghapusan sanksi Indonesia oleh FIFA, Menteri Pemuda dan Oalhraga (Menpora), Imam Nahrawi pun punya rencana untuk menjadikan Mouriho sebagai pelatih timnas Indonesia.
"Wacana ini (menunjuk Mourinho dan Hiddink sebegai pelatih) sudah didiskusikan dengan Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir, walau memang bukan perkara mudah," kata Imam Nahrawi di Kemenpora seperti dikutip Antara.
Lantas apa tanggapan mantan kapten tim nasional Indonesia, Bambang Pamungkas terkait rencana tersebut?
Ditemui di sela-sela acara yang berlangsung di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, pemain yang akrab disapa Bepe itu menanggapi dengan diplomatis keinginan Imam Nahrawi untuk menjadikan Mou sebagai pelatih timnas.
“Oh itu saya belum dengar saya pikir kalo masalah itu ada orang yang lebih tahu karena ada porsinya soal itu, saya tidak ingin menanggapi,” ujar Bepe.
Laalu kapankah Bepe bersedia untuk menjadi pelatih timnas? Mengingat ia memiliki cita-cita masa depan untuk menjadi seorang arsitek tim sepakbola.
Terkait hal itu Bepe mengaku bahwa ia belum siap saat ini untuk menjadi seorang tokoh di pinggir lapangan yang mengawasi para anak asuhnya bermain.
“Secepat mungkin ketika saya sudah siap,” tambahnya.
Bintang Macan Kemayoran itu bersyukur kini Indonesia telah terlepas dari belenggu sanksi FIFA usai Imam Nahrawi mencabut SK Pembekuan PSSI.
Bepe berharap Indonesia bisa memetik pelajaran dari pengalaman buruk masa lalu terutama saat berada di dalam masa-masa suram akibat sanksi FIFA.
“Oh itu alhamdulillah, artinya yang terpenting perbaikan apa yg telah kita lakukan setelah memasuki masa-masa itu. Kalau kita melewati semua dan hasilnya sama saja itu kita tidak dapat apa-apa, seharusya itu menjadi pemebelajaran agar kita menjadi lebih baik setelah sanksi dicabut,” tambah ayah tiga anak itu.