Sepakbola tanpa suporter tak ubahnya sayur kurang garam, pertandingan jadi hambar, kehilangan nyawa, dan kurang greget. Tidak heran julukan sebagai pemain ke-12 disematkan pada pada mereka.
Mereka yang selalu bernyanyi, setia berada di belakang tim idola mereka. Tapi mungkin banyak yang tidak tahu, untuk bisa datang dan bernyanyi di stadion untuk mendukung tim favoritnya, para suporter harus berjuang keras, terutama ketika tim idolanya tersebut harus bermain tandang.
Hal itulah yang dilakukan beberapa orang dari The Kmers, salah satu basis suporter Semen Padang FC.
Demi bisa memberikan dukungan terhadap Kabau Sirah, Semen Padang FC yang akan menjalani laga tandang ke Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar Bali dalam lanjutan Torabika Soccer Championship (TSC), beberapa orang dari The Kmers rela berangkat dari Padang, Sumatera Barat dengan modal seadanya.
“Meski harus menumpang truk dan mobil angkut barang, tekad kami akan selalu kuat untuk memberikan dukungan terhadap Semen Padang FC dimanapun mereka bertanding,” sebut koordinator lapangan The Kmers, Yumamy kepada INDOSPORT.

Yumamy bercerita, setiap kali berangkat ke luar daerah untuk memberikan dukungan moral terhadap Hengki Ardiles, dkk ketika bertanding, mereka selalu menggunakan biaya sendiri tanpa adanya bantuan dari pihak klub.
Kalaupun kadang ada yang membantu adalah dari beberapa perantau Minang yang mereka temui ketika sudah berada di daerah tempat Kabau Sirah akan bertanding.
“Tidak jarang juga untuk biaya berangkat kami harus menggadaikan handphone, bahkan sampai menjualnya untuk bisa terus menonton Semen Padang FC bertanding,” katanya.
Karena kekurangan modal itulah, mereka segnaja memilih truk angkutan barang yang menuju Jawa dari Sumatera, akibatnya mereka seringkali harus gonta-ganti bus karena tidak adanya truk barang dari Padang langsung ke Bali.
Dari pengalaman ketika mendukung Semen Padang FC saat bermain di penyisihan grup turnamen Piala Jenderal Sudirman lalu, para suporter tersebut harus gonta-ganti bus hingga 10 kali untuk bisa mencapai Pulau Dewata.
”Seringkali kami membantu mereka menurunkan atau menaikkan barang. Itu adalah bentuk terimakasih kami terhadap sopir yang sudah mau memberi tumpangan,” terangnya.
Untuk mendukung Semen Padang FC yang akan bertanding menghadapi Bali United, Sabtu (21/05/16), setidaknya lima orang The Kmers langsung berangkat dari Padang, Sumbar. Berbeda dengan rombongan tim yang baru berangkat Kamis pagi (19/05/16). Rombongan suporter ini sudah berangkat Rabu (18/05/16) lalu.
“Jadi rencanya, dari Padang kami numpang mobil atau truk ke Semarang, dari Semarang sudah ada kawan lain yang menunggu, dari situ kami naik motor ke Bali. Tapi, tetap ada satu atau dua orang yang harus naik truk ke Bali karena motor di Semarang juga tidak cukup,” lanjut Yumamy.
Pria yang mulai bergabung dengan kelompok suporter The Kmers semenjak masih duduk di bangku SMA ini menyebut, selain suporter yang langsung datang dari Padang, puluhan suporter yang tinggal di Bali juga akan datang ke stadion untuk mendukung Semen Padang FC, Sabtu nanti.
“Di Bali juga sudah ada puluhan suporter perantau yang juga akan ikut bergabung memberikan dukungan terhadap Semen Padang FC,” pungkas Yumamy yang sangat berharap tim kebanggaannya bisa selalu berada di papan atas klasemen TSC A 2016 sampai akhir musim.