Hal itu disampaikan Menpora saat menutup Tour de Flores 2016 di Kantor Bupati Manggarai Barat, Labuan Bajo, NTT, Senin (23/5) sore.
"Kita akan lihat perkembangannya dalam beberapa bulan ke depan setelah itu kita akan evaluasi, kerusuhan antar suporter tidak boleh terulang lagi dan ini adalah warning dari pemerintah kepada operator dan klub untuk membina sebaik-baiknya para suporter," ucap Menpora seperti rilis yang diterima INDOSPORT.
Tak henti-hentinya pemerintah selalu mengingatkan kepada klub dan operator untuk membina suporter.
"Dalam konteks ini ternyata belum ada intervensi hukum yang memadai sehingga pelaku pelanggaran dan kerusuhan tidak mendapat penanganan yang serius," kata Menpora.
"Ini adalah momentum untuk mendorong agar aparat hukum menindak tegas kepada siapa saja pelaku kerusuhan di lapangan sepakbola, saya mengutuk keras adanya peristiwa kerusahan antar suporter yang merenggut korban jiwa," tambahnya.
Menurutnya, ini menjadi peringatan kepada operator agar dapat melibatkan aparat hukum untuk menindak para pelaku sehingga hal tersebut tidak terulang kembali.
"Yang paling penting adalah regulasi yang mengatur kompetisi harus tegas bilamana ada peristiwa yang merugikan kompetisi seperti keributan dan lainnya harus ada tindakan tegas sepwrti misalnya pengurangan poin, pengurangan anggaran hingga pengeluaran dari liga," urai Menpora.