Semen Padang mengalami masalah besar saat menghadapi Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Menurut Nil Maizar, tim asal Padang ini tidak mampu fokus di awal dan akhir pertandingan.
Imbas hilangnya fokus tersebut, Bali United mampu dua kali merobek jala gawang Jandia Eka Putra di awal pertandingan dan juga jelang pertandingan berakhir.
“Ini terkait dengan konsentrasi dan fokus. Di awal babak dan juga jelang pertandingan berakhir. Evaluasi saya karena kurang fokus,” ujar mantan pelatih Timnas Indonesia itu saat dihubungi INDOSPORT, Minggu (22/05/16).
Selain itu, lini pertahanan Semen Padang juga sangat mudah ditembus oleh pasukan Indra Sjafri. Bahkan, Nil Maizar pun menyiasatinya dengan mengganti Nur Iskandar dan memasukkan pemain bertahan, Novrianto. Tapi, hal itu tak berjalan mulus. Semen Padang harus kemasukan gol dan gagal membawa poin.
“Saya sudah memperkuat pertahanan dengan memasukkan pemain bertahan. Tapi kami malah kebobolan,” kata pria flamboyan itu.
Pria asli Payakumbuh itu menambahkan, meski kembali gagal meraih poin di laga tandangnnya, dia tetap menganggap apa yang ditampilkan anak asuhnya sudah maksimal.
“Pemain sudah maksimal, tapi kami kurang beruntung dan harus kebolan di akhir pertandingan. Namun demikian semua pemain sudah bermain optimal,” pungkas Nil Maizar.