Torabika Soccer Championship

Suporter Persegres Bercucuran Darah, PS TNI Enggan Tanggung Jawab

Senin, 23 Mei 2016 16:14 WIB
Editor: Joko Sedayu
©
 Copyright: ©

Setidaknya sebanyak 48 orang mengalami luka-luka-bahkan 15 orang harus masuk ke dalam Unit Gawat Darurat RS Petrokimia. Mereka semua merupakan korban bentrokan antar suporter PS TNI dan suporter Persegres Gresik United.

Bentrokan ini pecah sesaat kick-off pertandingan Persegres Gresik United melawan PS TNI di Stadion Petrokimia, Minggu (22/05/16). Bentrokan bermula akibat saling ejek dan pelemparan batu yang dilakukan kedua suporter.


Korban bentrok suporter Persegres vs PS TNI.

Meski menyebabkan banyak korban berjatuhan, hal itu tidak membuat PS TNI merasa bersalah. Bahkan mereka tidak akan menanggung beban biaya rumah sakit yang korban derita.

"Pertama-tama tentu kami mewakili suporter PS TNI memohon maaf yang sebsar-besarnya kepada suporter Persegres Gresik United atas insiden kemarin di stadion," ucap Media Officer PS TNI, Djoko Purwoko.

"Namun kita bukan tidak bertanggung jawab atau melepas tanggung jawab tapi kita akan sesuai regulasi terlebih dahulu dengan menyerahkan itu kepada Panitia Pelaksana (Panpel). Karena sebelum pertandingan pasti ada MCM (Match Commisioner Meeting) dan di sana dijelaskan ada pembahasan perihal masalah keamanan dan kesehatan. Jadi itu semua menjadi tanggung jawab Panpel," jelas Djoko saat dihubungi INDOSPORT.


Bentrokan antara suporter Persegres vs PS TNI di Stadion Tridharma Gresik.

Djoko menilai hal ini terjadi di luar kandang mereka. Bila hal ini terjadi saat PS TNI bertindak sebagai tuan rumah, mereka mungkin akan bertanggung jawab penuh.

"Bukan kita menilai Panpel tidak becus. Kalau kita Panpel kita yang tanggung jawab. Sebab kita sudah dua kali menjadi tuan rumah dan selalu mempersiapkan akan hal-hal seperti itu," jelas ia.

Bukan hanya tidak akan bertanggung jawab akan biaya pengobatan, bahkan pihak PS TNI pun tidak akan mengusut pelaku yang melakukan penyerangan. Bagi mereka hal itu sangat sulit dilakukan karena memang melibatkan banyak masa.

"Kayanya sulit ya kita lacak. Karena klan suporter PS TNI bukan semuanya anggota. Jadi kalau sudah berbciara masa saya rasa itu sulit," tandas ia.

520