Kerusuhan yang berlangsung di ajang Torabika Soccer Championship (TSC) A 2016 ini bermula dari aksi pencopotan spanduk PS TNI oleh suporter Persegres.
Tak terima dengan aksi tersebut, suporter dari PS TNI pun berbondong-bondong menyerbu ke arah suporter tuan rumah hingga terjadi baku hantam antar kedua kubu.

Suporter PS TNI dan Persegres Gresik United bentrok dalam ajang TSC A 2016.
Alhasil beberapa suporter pun mengalami luka-luka dan terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Ibnu Sina. Sementara itu 15 orang lainnya harus dirawat di Unit Gawat Darurat RS Petrokimia Gresik.
Kejadian itu juga mendapatkan sorotan dari pemerintah khususnya Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Kinerja petugas keamanan pada laga tersebut pun dipertanyakan.
"Kami minta ketegasan dari Kepolisian karena disitu juga ada kecederungan, ada kegamangan. Polisi kalau bertindak iya yang tegas," ucap Deputi IV Bidang Olahraga Prestasi, Gatot S. Dewa Broto.

Seorang wanita turut menjadi korban bentrok antar suporter PS TNI dan Persegres.
Sebelumnya Menpora, Imam Nahrawi juga mengutuk aksi kekerasan yang terjadi di Gersik. Pria yang akrab disapa Cak Imam itu juga meminta penanganan kasus ini tidak pilih kasih.
"Saya menyesal dan mengutuk keras rusuh suporter di Gresik, operator dan aparat hukum wajib tindak tegas semua yang melanggar. Jangan pilih kasih," ujar Menpora, melalui akun Twitter pribadi @imam_nahrawi.