Pria yang akrab disapa Cak Imam menyambut baik siapapun calon kandidat ketua PSSI yang berkeinginan untuk menggantikan posisi La Nyalla Mattalitti.
Sebagai informasi, pria yang juga menjadi bos PS TNI tersebut juga digadang-gadang oleh sebagian pihak untuk maju sebagai ketua umum PSSI menggantikan tempat La Nyalla.

Menpora Imam Nahrawi sedang berbicara ketika menyambangi Komisi X DPR-RI.
“Itu bagus, saya dukung siapapun maju, jika pemilik suara mengnginkan seperti itu maka tidak maalah, terkait rangkap jabatan itu semua tergantung keputusan pemilik suara di PSSI untuk memutuskan,” ujar Cak Imam usai mengadakan rapat umum dengan Komisi 10 DPR RI.
Sementara itu terkait dengan wacana Kongres Luar Biasa (KLB) yang telah digaung-gaungkan Kelompok 85, politisi PKB itu juga menyerahkan selurhnya kepada pemilik suara yang berwenang di PSSI. Kemenpora sebagai wakil pemerintah akan mengawal terselenggaranya kongres tanpa turut ikut campur ke dalamnya.

Suasana raker Menpora Imam Nahrawi bersama anggota komisi X DPR.
“Pemerintah menyerahkan permasalahan KLB kepada pemilik suara. Pemerintah sendiri mempersilakan jika pemilik suara menginginkan KLB, ini kesempatam terbaik untuk mereka untuk melakukan reformasi. Reformasi dilihat dari semuanya. Harus dipantau jangn biarkan pssi dan klub-klub sepakbola berjalan sendiri,” tambah Cak Imam.
Kondisi PSSI yang belum menunjukan kinerja maksimal pasca dicabutnya pembekuan dan sanksi FIFA serta ketiadaan ketua umum yang saat ini menghadapi masalah hukum, membuat kelompok 85 yang notabene dihuni oleh pemegang hak suara di PSSI mengiinginkan adanya KLB.
K85 menegaskan bahwa ada alasan kuat untuk menuntut KLB kepada PSSI. Selain sudah memenuhi syarat dari 2/3 voters (saat ini ada 92 voters dari 107 anggota) untuk menggelar KLB, ada beberapa hal yang juga menjadi poin mendasar.