Tak Dianggap Sebagai Voters, Ini Kata Bos PS TNI

Rabu, 25 Mei 2016 16:50 WIB
Editor: Joko Sedayu
© Herry Ibrahim/Indosport
Letnan Jenderal (Letjen) TNI, Edy Rahmayadi, (kedua dari kiri). Copyright: © Herry Ibrahim/Indosport
Letnan Jenderal (Letjen) TNI, Edy Rahmayadi, (kedua dari kiri).

Seperti diketahui, PSSI akan melakukan verifikasi faktual kepada voters yang mengajukan KLB. Salah satu pernyataan PSSI adalah ada beberapa klub yang sampai saat ini belum disahkan oleh PSSI.

Dari beberapa voters yang mengajukan KLB, PS TNI merupakan tim yang belum disahkan sebagai anggota PSSI. Oleh karenanya PSSI menganggap PT Liga Indonesia sebagai operator resmi kompetisi belum memberitahukan bahwa ada anggota baru yang masuk sebagai anggota mereka yaitu PS TNI.


PS TNI tidak dianggap oleh PSSI.

Menangapi hal tersebut, Presiden Direktur PS TNI, Letnan Jenderal (Letjen) TNI, Edy Rahmayadi, pun menilai bahwa pihaknya tidak mengalami masalah jika memang tak dianggap sebagai voter dari keanggotaan K85.

"Saya sebagai pimpinan PS TNI belum diajak verifikasi. Kalau PS TNI dipermasalahkan belum masuk statuta PSSI, berarti voter tinggal dikurangi satu (92-1) dan itu masih lebih dari dua pertiga yang minta KLB," ucapnya kepada wartawan.


Edy Rahmayadi dianggap memiliki wibawa yang layak memimpin PSSI di masa depan.

Meski demikian, Letjen Edy pun menegaskan secara hukum tim PS TNI sendiri sudah berada di bawah naungan PSSI karena telah merger dengan Persiram Raja Ampat.

"PSSI berhak melakukan verifikasi. Harusnya undang kami atau kami yang akan ke sana karena secara hukum PS TNI sudah sah di bawah naungan PSSI karena kami dari Persiram Raja Ampat," tegasnya lebih lanjut.

Letjen Edy sendiri secara resmi telah dipilih menjadi ketua bagi Kelompok 85. Bahkan, pria asal Aceh itu menyatakan siap menjadi Ketua Umum (Ketum) PSSI pada KLB nanti, menggantikan La Nyalla Mahmud Mattalitti.

80