Kejadian itu sendiri bermula ketika John dibawa ke kantor polisi di daerah Legon, Ghana usai sang istri, Richlove melaporkannya atas tuduhan telah mencuri mobil miliknya. Mendapat perlakuan tersebut justru membuat John sangat marah saat diinterogasi.
Hal tersebut pun disampaikan langsung oleh pihak polisi yang berada di ruangan dan melihat langsung kejadian.

John Pantsil saat masih berseragam Leicester City
"Ketika dua pihak diundang untuk interogasi di kantor polisi, kami menyadari John dalam keadaan yang tidak siap yang membuatnya marah dan ingin meninggakan ruangan," ujar pihak polisi seperti dilansir The Sun.
Sikap John yang tidak mau diajak bekerja sama tersebut pun membuat seorang komandan mulai mengancam akan langsung menahannya.
"Di saat itulah komandan kami menginstrukksikan pada John bahwa ia bisa ditahan."
Namun bukannya menurut, perkataan komandan tersebut justru membuat emosi John semakin meningkat dan membuatnya memukul komandan tersebut.

Selain West Ham, Fulham juga menjadi klub yang pernah menampung John.
"Karena tidak puas dengan instruksi tersebut, John mulai menyerang dan memukul bagian mata komandan. Ia juga mendorong pihak investigator. Kami pun memerlukan beberapa personil untuk menahannya," tutup pihak kepolisian.
Akibat aksi tersebut, John pun dilaporkan telah mendapat hukuman kurungan penjara, namun belum dikonfirmasi berapa lama ia akan menjalani hukuman tersebut.