Sekretaris Jenderal BOPI, Heru Nugroho, mengakui jika sepakbola memang telah lama menjadi salah satu cabang olahraga yang digemari oleh masyarakat Baduy.
Pria yang menjadi salah satu penggagas terbentuknya Baduy FC itu pun berinisiatif untuk terlibat dalam pembentukan klub yang dihuni para pemain dari suku terpencil di Provinisi Banten tersebut.
"Secara pribadi saya memang turut terlibat karena memang anak-anak suku Baduy di sana benar-benar menyukai sepakbola," ungkap Heru saat dihubungi INDOSPORT.
"Mereka punya potensi yang bagus, secara fisik mereka sudah teruji dan mereka memiliki impian untuk bermain secara profesional," sambung Heru.

Anak Jaro Dainah, salah satu tim Baduy FC, penggemar klub Chelsea.
Terbentur oleh beberapa peraturan adat masyarakat Baduy yang 'terasing' dari dunia luar menjadi salah satu kendala di tubuh klub tersebut. Perjanjian pun dibuat dengan tokoh adat masyarakat setempat yang akhirnya mengizinkan terbentuknya tim.
"Memang awalnya itu dilarang oleh ketua adat di sana, saya pun turun langsung untuk buat perjanjian, ya akhirnya diizinkan. Namun syaratnya klub tersebut harus sepenuhnya diisi oleh orang-orang Baduy saja," ucap Heru menambahkan.
"Buat BOPI itu sah-sah saja, mereka punya keingnan untuk menjadi klub profesional, namun kan itu ada peraturan-peraturannya, harus dinaungi badan hukum. Untuk sekarang mungkin mereka hanya akan menjadi klub amatir saja mengingat mereka belum mengerti betul soal peraturan sepakbola," tutup Heru.