Euro 2016

Ada Isu Rasisme di Balik Pencoretan Benzema dari Timnas Prancis

Rabu, 1 Juni 2016 08:53 WIB
Editor: Ramadhan
 Copyright:

Karim Benzema harus mengubur mimpinya tampil di hadapan pendukung sendiri di ajang Euro 2016 Prancis. Striker andalan Real Madrid ini dicoret oleh pelatih Didier Deschamps dari skuat utama bersama dengan gelandang kreatif Hatem Ben Arfa.

Pencoretan Benzema dan Ben Arfa dianggap tak wajar mengingat kontribusi dan penampilan kedua pemain yang sangat mengesankan sepanjang kompetisi musim 2015/16 ini.

Sebelumnya, legenda Manchester United, Eric Cantona bahkan menyebut Deschamps telah bertindak rasis atas keputusannya tersebut.

Kali ini, Benzema angkat bicara terkait pencoretan namanya dari skuat tim Ayam Jantan. Sependapat dengan Cantona, striker berusia 28 tahun itu menyebut keputusan Deschamps dalam memilih pemain untuk Euro 2016 telah dipengaruhi tekanan dari kelompok partai yang rasis di Prancis.


Karim Benzema sudah bermain dalam 81 pertandingan dan mencetak 27 gol bersama tim nasional Prancis

“Deschamps membuat keputusan itu karena ia tidak tahan dengan tekanan dari partai politik rasis,” kata Karim Benzema kepada Marca.

“Dia harus tahu bahwa di Prancis partai ekstremis telah mencapai babak kedua dalam dua pemilu terakhir,” jelasnya.

"Saya tidak tahu, apakah itu merupakan keputusan Deschamps sendiri. Karena saya sendiri memiliki hubungan yang baik dengannya, Presiden FFF dan dengan semua orang,” tegasnya.

Benzema sendiri tak menyangka bisa dicoret dari timnas Prancis. Padahal musim ini ia berhasil mengantarkan Los Blancos meraih gelar Liga Champions ke-11 usai mengalahkan Atletico Madrid lewat babak adu penalti dengan skor 5-3 di San Siro, Milan.


Karim Benzema berhasil mengantarkan Real Madrid meraih gelar Liga Champions 2015/16

“Dalam konteks olahraga, saya tidak mengerti mengapa,” tambah Benzema.

“Padahal di tingkat peradilan, saya belum diadili. Saya tidak bersalah, jadi kami harus menunggu bagaimana keadilan akan membuktikan,” imbuhnya.

“Saya senang bermain sepakbola dan bermain dengan tim saya,” tuntasnya.

Nama Benzema sendiri sempat tercoreng di timnas Prancis saat terlibat dalam sebuah kasus dengan rekan setimnya, Mathieu Valbuena. Benzema terlibat kasus pemerasan dengan ancaman menyebarkan video seks Valbuena.

880