Jerman langsung mendominasi sejak pertandingan dimulai. Sebuah aksi dari Julian Draxler pada menit ke 11 hampir saja berbuah gol pertama.
Namun tendangan akrobatik pemain Wolfsburg ini masih meninggi di atas mistar gawang Gabor Kiraly. Tekanan Jerman pada 15 pertama membuat Hungaria bermain sangat dalam.
Namun skema serangan balik The Mighty Mayars cukup membuat armada Joachim Loew kewalahan. Kalau saja tidak terperangkap offside, Adam Szalai nyaris membuat tuan rumah malu.
Sebuah peluang kreasi kerjasamanya dengan Balazs Dzudzak nyaris membahayakan gawang Neuer. Alhasil pertandingan masih imbang hingga 30 menit laga berlangsung.
Jerman berhasil memutus kebuntuan tujuh menit sebelum babak pertama usai. Sebuah tusukan dari Hector mampu membuka sisi kanan pertahanan Hungaria.
Hector pun berjaya membuat sebuah operan manis ke tengah kotak penalti. Mario Goetze yang diapit seorang bek lawan mampu menyentuh bola untuk membuatnya berbelok ke arah gawang.
Tersentak dengan gol ini, pasukan Bernd Strock mulai beranjak bangkit. Sebelum turun minum sebuah aksi Balazs Dzudzak membuat efek kejut, sayang tidak ada pemain Hungaria yang datang menyokong serangan ini.
Hingga wasit meniup peluit akhir babak pertama, tidak ada lagi gol tercipta. Hingga waktu turun minum, Jerman memimpin di depan dengan keunggulan satu gol.
Memasuki babak kedua, Loew terus menginstruksikan pemainnya untuk menambah tensi serangan. Jerman mulai menjelajahi setiap sentimeter pertahanan Hungaria untuk membuka peluang.
Tujuh belas menit serangan Jerman di babak kedua berbuah hasil. Gawang Hungaria kembali robek berkat sebuah serangan Jerman.
Kali ini Thomas Muller yang mencatatkan namanya di papan skor. Pemain Munchen ini berhasil menuntaskan sebuah bola muntah dari sebuah kemelut di depan gawang.
Bermula dari sundulan Mario Gomez, bola mengarah liar usai diselamatkan oleh kiper Hungaria. Muller yang berdiri bebas mampu dengan mudah membuat bola masuk ke gawang tim tamu.
Dzudzak menjadi satu - satunya pemain Hungaria yang diandalkan dalam pertandingan ini. Bergantung pada alumni PSV Eindhoven ini, membuat skema serangan Hungaria mudah terbaca.
Jerman yang sudah unggul dua gol juga lebih leluasa mengontrol jalannya laga. Hingga menit terakhir Hungaria masih belum mampu menembus pertahanan rapat Jerman.
Hasil akhir pun tetap bertahan dengan keunggulan dua gol Jerman. Hungaria gagal membuat kejutan dalam laga ujicoba terakhirnya sebelum berangkat ke Prancis.
Sementara bagi Jerman, menegaskan bahwa kemenangan ini merupakan tanda 'mesin' mereka sudah panas. Sebagai tim juara dunia, Jerman tentu saja menarget juara pada Euro 2016 mendatang.
Susunan Pemain:
Jerman: Neuer, Howedes, Boateng, Rudiger, Hector (Can '46), Kroos (Schwensteiger '68), Khedira (Gomez '46), Muller (Sane '69), Ozil, Draxler (Schurrle '60), Goetze (Podolski '79)
Hungaria: Király, Fiola (Bese '82), Guzmics, Lang, Kádár, Pintér (Gera '59), Nagy, Dzsudzsák, Kleinheisler (Stieber '82), Lovrencsics, Szalai (Priskin '64)