Salah satu petinggi PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Teddy Tjahyono mengatakan kesulitan itu didapatkan akibat adanya insiden bom di Paris dan bom di Belgia beberapa waktu lalu.
"Ada beberapa kejadian seperti bom di Paris dan Bom di Belgia, jadi perizinannya susah," ujar Teddy di Graha Persib Sulanjana, Bandung.
Sebagai gantinya, pelatih yang akrab disapa Djanur itu akan diberangkatkan ke Amerika Serikat dengan menimba ilmu kepelatihannya bersama salah satu klub peserta Major Soccer League (MSL) DC United.
"Perizinan ke Italia tetap kita proses. Tapi sambil menunggu kita tawarkan Djanur ke DC United dan beliau setuju, jadi kita urus. Jadi siapa yang duluan saja," katanya.
Pemilihan DC United, kata Teddy salah satu alasannya karena pemiliknya masih dipegang Erick Thohir.
"Di Inter Milan juga Pak Erick masih memiliki saham 31 persen dan dia tetap masih diminta jadi CEO. Jadi program tidak berubah dan masih dijalankan. Cuma karena di proses perizinan di Milan masih sangat susah," jelasnya.
Di DC, lanjut Teddy, pelatih yang sudah memberikan empat trofi bergengsi untuk Persib Bandung ini tidak akan jauh berbeda saat berada di Italia.
"Berapa lamanya kita habiskan seperti di Inter. Di Inter rencananya satu tahun. Kalau visa selesai dia akan balik ke Inter. Ini kan sama saja yang punya antara DC dan Inter, toh yang punya sama saja. Cum lebih baik di Inter ketimbang di DC," terangnya.
Terkait mengenai tiga penggawa muda Persib seperti Gian Zola, Febri Hariyadi dan Jujun Saepuloh dipastikan batal berlatih di Inter Milan.
"Mereka gak dapat izin. Ada beberapa orang lagi yang lain memang gak dapat izin. Siapapun itu. Bukan hanya di Italia tapi di Eropa," pungkasnya.
5.1K
Ini Alasan Utama Djadjang Nurdjaman Batal Kembali ke Italia
© Herry Ibrahim/INDOSPORT
Djadjang Nurdjaman.