Penunjukkan Herrie sebagai pelatih kepala sementara Persib sendiri dipilih manajemen karena dinilai sangat cocok untuk mengisi kekosongan posisi yang baru saja ditinggalkan Dejan.
Apalagi pelatih yang akrab disapa Jose ini sangat mengenal Persib hingga berhasil membawa Persib juara Indonesia Super League (ISL) 2014 bersama pelatih Djadjang Nurdjaman kala itu.
"Seandainya jadi caretaker, Insya Allah saya siap dan harus siap," ujar Herrie, Minggu (12/6/2016).
Awalnya ia juga mengaku kaget dengan keputusan Dejan yang secara tiba-tiba melepas jabatannya. "Dejan awalnya sempat mengatakan akan istirahat, tapi tidak berpikir mundur. Tentu saja, jujur saya pribadi sedih dan tidak kepikiran kalau dia akan mengundurkan diri. Memang hasil akhir kemarin pasti ada rasa kecewa, tapi suasana tim tidak ada masalah," tuturnya.
Meski begitu, Jose ogah larut dalam kekecewaan. Yang jelas kini ia akan fokus dengan tugas anyarnya dan mempersiapkan tim, terlebih Sabtu (18/6/2016) mendatang tim besutannya akan menghadapi Mitra Kukar.
"Lusa kami tetap akan persiapan melawan Mitra Kukar dengan pelatih yang ada. Saya harap pemain bisa bangkit dan bisa melupakan kekalahan kemarin," harapnya.