Insiden flare yang terjadi di awal babak kedua memang membuat pertandingan dihentikan dan tertunda selama 10 menit. Hal itu karena Wasit Oki Dwi Putra menilai laga tidak bisa dilangsungkan akibat kepulan asap tebal yang menjadikan seluruh sudut lapangan menjadi gelap dan berbahaya bagi pemain kedua tim.
Atas hal itu, Persiba Balikpapan mengaku ikut dirugikan atas insiden tersebut. Jaino Matos menilai timnya kehilangan momentum bagus saat Antonio Telles dkk sangat bersemangat untuk mengejar ketinggalan satu gol sebelum insiden flare terjadi.
"Ya pasti berpengaruh. Pemain kami jadi down dan terganggu akibat menghirup asap dari flare di lapangan," kata pelatih Persiba tersebut.

"Padahal, kami sedang berada dalam momentum yang bagus dan berpeluang untuk mengejar ketinggalan satu gol," imbuhnya.
Kepulan asap yang memenuhi lapangan memang membuat jalannya pertandingan menjadi kacau. Para pemain dari kedua tim pun langsung berlarian menuju ruang ganti karena kepulan asap sangat berbahaya untuk pernafasan.
Antonio Telles menyayangkan aksi kurang terpuji suporter tuan rumah yang berulah dengan menyalakan flare dan berakibat pada tertundanya pertandingan hingga 19 menit.
"Suporter bisa lebih dewasa di masa depan. Kami di lapangan yang menanggung akibat karena sulit bernafas karena asap," tutur Kapten Persiba itu.