Kejadian aneh bisa dilihat ketika Inggris bermain imbang 1-1 kontra Rusia dalam laga perdana Grup B Euro 2016. Ketika itu, The Three Lions lebih mengoptimlkan seorang penyerang untuk mengambil sepak pojok.
Striker timnas Inggris, Harry Kane selalu mengambil sepak pojok saat pertandingan tersebut. Padahal, pemain yang berposisi sebagai striker itu memiliki kemampuan sundulan yang cukup baik.
Strategi dimana Kane menjadi pengumpan saat sepak pojok, banyak memunculkan kritikan pedas. Para pecinta sepakbola dunia khususnya timnas Inggris menilai strategi yang diterapkan Roy Hodgson salah besar.
Seharusnya Kane menjadi penyambut umpan dari sepak pojok. Sementara, sepak pojok seharusnya dieksekusi seorang gelandang.
Kritikan itu membuat Hogdson angkat bicara. Juru racik formasi Inggris menilai keputusannya untuk menjadikan Kane sebagai pengumpan sepakan pojok dinilai tepat. Mengingat, pemain berusia 22 tahun itu memiliki umpan yang sangat baik.

Harry Kane saat hendak mengambil sepakan pojok di laga Inggris vs Rusia.
"Kami telah mencoba banyak pemain, tapi tidak mendapatkan pemain yang kemampuannya setara Kane dalam melakukan sepak pojok," kata Hodgson seperti dikutip dari Daily Star.
"Bagaimana dengan Rooney?. Dia menjadi andalan kami dalam menyambut umpan sepak pojok di kotak penalti lawan. Oleh karena itulah kami tidak membutuhkan Harry Kane di dalam kotak penalti," lanjutnya.
Saat ini, Inggris baru mampu mengumpulkan satu poin dari hasil seri melawan Rusia. The Three Lions sementara menempati posisi kedua klasemen sementara Grup B.
The Three Lions akan menghadapi Wales pada laga keduanya. Selanjutnya, Rooney dkk. akan menghadapi Slovakia pada laga ketiganya.