Bagi Pelatih Arema Cronus itu, kemenangan adalah mutlak untuk dihadirkan di setiap pertandingan. Menjamu Persija Jakarta, pelatih yang biasa disapa Milo itu ingin timnya tak memikirkan soal perbendaharaan gol, karena itu bisa menjadi bumerang.
"Kami harus menang, berapa pun golnya. Karena jika terus menargetkan gol, konsentrasi akan berkurang dan menjadi keuntungan bagi lawan," tuturnya dalam konferensi pers sebelum pertandingan di Kantor Arema Cronus, Jalan Kertanegara, Kota Malang.

Cristian Gonzales sudah kembali berlatih dan siap melawan Persija.
Milo pun mencontohkan hal itu dengan salah satu pertandingan Euro 2016 semalam, antara Kroasia dan Republik Ceko. Di laga penyisihan Grup E itu, Kroasia mesti membuang kemenangan yang sudah di depan mata akibat lemahnya konsentrasi pada 15 menit terakhir.
Padahal, tim berjuluk Vatreni itu unggul dua gol lebih dulu saat Ivan Perisic membobol gawang Petr Cech pada menit ke-37, dilanjutkan gol Ivan Rakitic pada menit ke-59.
Namun, Republik Ceko berhasil memaksakan hasil imbang lewat dua gol yang dibukukan sundulan akurat Skoda dan penalti Necid.

Kroasia harus puas bermain imbang 2-2, setelah sebelumnya unggul 2-0 atas Republik Ceko.
"Ya kami tak mau mengalami hal seperti Kroasia. Memburu gol namun lengah di akhir pertandingan. Dan Persija, punya potensi untuk itu," arsitek Bosnia-Herzegovina tersebut membeberkan.
Hal yang patut dicermati Milo berikutnya adalah kuatnya pertahanan Persija saat ini. Sejak ditangani Paulo Camargo, tim Macan Kemayoran tangguh di sektor pertahanan dan efektif di lini depan.
Hal itu terlihat dari tiga kemenangan Persija di home, dengan margin satu gol atas Semen Padang, Persela Lamongan dan PS TNI.
"Persija memang tangguh di belakang. Tapi, terkadang mereka tidak berniat menyelesaikan peluang saat sudah merasa cukup dengan satu gol," tutupnya.