Euro 2016

(VIDEO) Ada Teroris di Kumpulan Fans Kroasia

Sabtu, 18 Juni 2016 14:55 WIB
Editor: Randy Prasatya
 Copyright:

Saat pertandingan memasuki menit 90 insiden fans Kroasia melancarkan aksi anarkisnya dengan melemparkan flare ke dalam lapangan. Tindakan tersebut bahkan hampir melukai petugas lapangan dan pemain Kroasia, Ivan Perisic.

Melihat hal tersebut, Cacic, amat kecewa dan menganggap bahwa fans mereka seperti komplotan teroris. Pelatih Kroasia itu juga tidak sudi mengakui mereka sebagai fans.

"Orang-orang itu adalah teroris olahraga, mereka bukan fans," gerutu Cacic, seperti dikutip ABC.


Detik-detik saat flare meledak dan membuat muka pemain Kroasia, Ivan Perisic, kesakitan.

Akibat insiden pelemparan flare tersebut, pertandingan sempat dihentikan sejenak. Namun, ketika laga dilanjutkan Ceko mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui eksekusi penalti Tomas Necid di menit 94.

“95 persen dari pendukung kami (Kroasia) merasa malu di hadapan dunia Eropa, para pemain sangat sedih setelah memainkan pertandingan yang indah justru kejadian ini muncul," sambung Cacic.

Pada ajang kualifikasi Euro 2016 Kroasia pernah mendapat hukuman dua pertandingan tanpa penonton dan denda 100 ribu euro. Hukuman itu dijatuhkan usai mencat lapangan dengan lambang swastika (nazi) saat menjamu Italia pada Juni 2015.

Selain itu, pada laga pertama kualifikasi Euro 2016 menghadapi Italia, 17 November 2014, fans Kroasia melakukan pelemparan flare di Stadion Giuseppe Meazza.


Aksi anarkis fans Kroasia pada laga kualifikasi Euro 2016 kontar Italia di Giuseppe Meazza.

"Dulu saya sudah menyebut mereka teroris, orang-orang tidak senang dengan komentar saya, tapi sekarang hal ini terjadi lagi," ujar pelatih 62 tahun tersebut.

Kejadia saat menghadapi Ceko tentu menjadi sebuah hal yang menganehkan bagi Cacic. Pasalnya, di satu sisi dia telah melihat bahwa ada sekelompok fans Kroasia yang sangat harmonis dengan fans Turki dan Ceko selama berada di Prancis.


Suasana harmonis fans Kroasia dan Turki jelang laga pertama mereka di Euro 2016.

"Anda melihat ada banyak pendukung Kroasia yang benar dan adil, mereka menari dan bernyanyi dengan fans Turki dan Ceko di Prancis,” ucap Cacic.

"Kita berbicara tentang sekelompok kecil fans (pembuat onar), saya berharap kita dapat mengidentifikasi dan menemukan mereka. Orang-orang itu benar-benar menakutkan, itu adalah teroris, mereka bukan fans," tandasnya.

138